Ketua Pengurus Provinsi PBSI Sulteng, Gufran Ahmad, menyatakan, para pengurus klub, pelatih, hingga pemain, telah mengetahui sejak jauh hari mengenai penyelenggaraan kompetisi berskala nasional ini di Palu. Untuk kali pertama, Sirnas digelar di kota tersebut dengan melibatkan 95 klub dan 364 atlet dari berbagai daerah.
Ia menambahkan, kehadiran peserta dari luar daerah turut menghadirkan persaingan yang ketat, sehingga para pemain muda asal Sulawesi harus menghadapi perlawanan sengit dari atlet klub-klub luar pulau. "Kalau pun akhirnya itu juga belum mendapatkan juara, tapi saya kira ini pengalaman yang mereka dapatkan," katanya kepada Djarum Badminton, Rabu (29/4).
Gufran mengingatkan para juara untuk terus memberikan yang terbaik dan berlatih, sementara bagi yang belum meraih hasil diharapkan menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi dan pelajaran untuk tampil lebih baik ke depan. "Karena biar bagaimana pun juga, kesempatan itu masih banyak ke depannya. Apalagi seletelah Sirnas di Palu ini, akan ada lagi dilaksanakan di Kalimantan Timur, dan juga provinsi-provinsi lainnya," ujarnya.
Di sisi lain, Gufran menyatakan, pihaknya selaku tuan rumah telah melakukan persiapan semaksimal mungkin agar pelaksanaan berjalan baik, meski tetap mengantisipasi sejumlah kendala demi memastikan ajang berlangsung optimal.
Ia turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta yang telah meramaikan ajang HYDROPLUS Sirnas B Sulteng 2026, dengan mencatat kehadiran 95 klub dari sekitar 17 provinsi di Indonesia. Ia menilai, partisipasi luas tersebut menjadi bukti besarnya antusiasme dan kepercayaan terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini, sekaligus memperkuat atmosfer kompetisi yang kompetitif dan berkualitas. "Kalau pun ada hal yang kurang, itu menjadi bagian dari kami melakukan perbaikan ke depan untuk menjadi lebih baik lagi sebagai tuan rumah," pungkasnya.



