Tantangan tersebut ia rasakan saat mendampingi Eirene Fideline Limi yang turun di kategori Usia Dini pada HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Sulawesi Tengah 2026. Eirene tampil pada hari ketiga ajang berskala nasional yang untuk pertama kalinya digelar di Palu, Sulawesi Tengah tersebut. "Anak-anak usia dini ini, pertama kita kesulitannya, anak-anak, kan, masih senang bermain. Gimana kita bisa menyesuaikan aja pola latihannya, mungkin juga agar dia bisa happy dulu," ungkap Devin kepada Djarum Badminton di GOR Gelora Bumi Kaktus Andi Raga Pettalolo.
Pada laga perdananya, Eirene bertemu dengan Afiqa Zaina Nova Arsyilla asal PB Bukit Sofa, Rabu (29/4), di babak 16 besar, setelah mendapatkan bye di babak pertama. Ia mampu mengatasi ketegangan sepanjang pertandingan dan mengatasi momen krusial di babak kedua untuk merebut kemenangan dua gim 21-12, 21-19.
Lebih lanjut Devin menjelaskan, keikutsertaan ini menjadi pengalaman perdana bagi Eirene di ajang Sirnas di luar Pulau Jawa, dan sejauh ini mampu beradaptasi dengan kondisi yang ada di lokasi pertandingan. "Tadi mungkin sedikit nervous, ya, karena mungkin pertama. Jadi saya coba menenangkan aja, main lebih tenang, main normal saja," katanya.
"Kebetulan juga tadi ada angin ya, mungkin sedikit bingung. Karena ada sedikit angin, jadi saya kasih tahu ada arah angin, kalau bisa jangan usah pinggir-pinggir, nggak usah tipis-tipis. Main lebih safe," Devin, menambahkan.
Ia tetap optimistis karena Eirene telah menjalani latihan yang cukup, dan ia juga mengarahkannya untuk bermain maksimal dengan menerapkan apa yang telah dilatih, tanpa terlalu memikirkan hasil akhir. "Menang aau kalah jadi nomor sekian. Jadi saya lebih melihat progresnya di lapangan," katanya.
"Target tidak ada. Kalau bagi saya, pemain usia dini di sini lebih ke mencari pengalaman, berikan dia pengalaman baru dengan bermain di Sirkuit Nasional," demikian Devin.



