Sebagai langkah awal menuju target tersebut, setelah mendapatkan jatah bye di babak pertama, mereka langsung tampil meyakinkan di babak kedua. Khanza/Queeny mengalahkan Gloy Kimeira Inriany Kolubo/Patricia Aurelia Angdy dari Sintuwu Maroso Poso, Rabu (29/4), dengan skor identik 21-9, 21-9.
Meski mampu meraih kemenangan dengan cepat, kedua pemain mengaku cukup terkendala dengan kondisi lapangan yang berangin. Mereka pun langsung melakukan adaptasi cepat pada awal gim pertama. "Kendala di angin, ini yang paing kencang," tutur Queeny kepada Djarum Badminton.
Kemenangan di babak 16 besar tersebut mengantarkan Khanza Zulfanihayah/Queeny Opsi Palamarta ke perempat final, dan bertemu rekan satu klub, Ketut Aira Cerlania/Talitha Maiza. Pasangan tersebut melaju ke babak delapan besar setelah mengalahkan wakil Gideon Badminton Academy, Euginia Jeinifer Scarlett Siwi/Mikha Cornelia Posumah, dengan skor 21-8, 21-7. "Lawan yang berat di sini dari satu PB sendiri. Mungkin karena mereka juga main di tunggal, jadi mereka kuat dan cukup sulit untuk dikalahkan," tutur Khanza.
"Tapi, kita pengin juara. Jadi kita harus fight. Kalau target, Insya Allah podium satu," tambahnya.
Sementara itu, menghadapi laga perempat final, Kamis (30/4), Queeny menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dengan asupan makan yang cukup, istirahat yang optimal, menghindari bergadang, serta rutin mengonsumsi vitamin.



