Seusai pertandingan, Arif Rahman Latjengke mengaku cukup kerepotan menghadapi permainan Tristan. Ia juga menyebut harus beradaptasi dengan kondisi Lapangan 1 yang cukup silau, sehingga berupaya semaksimal mungkin untuk merebut gim pertama. "Saya main habis-habisan di gim pertama itu, dan skornya juga lumayan ketat," tuturnya kepada Djarum Badminton.
Pada gim kedua, lanjut Arif, pertandingan berlangsung tak kalah ketat dibanding gim pertama. Ia sempat unggul cukup jauh selepas interval, namun Tristan Geovanni Pardosi mampu bangkit dan memperkecil selisih hingga hanya satu poin. "Lampu di Lapangan 1 itu cukup silau, itu satu (kendala). Dan juga saya banyak bikin error," jelasnya.
Arif memulai langkahnya pada HYDROPLUS Sirkuit Nasional B Sulawesi Tengah 2026 dari babak 64 besar dengan mengalahkan Jeconia Bensatma Arbie dari Simple Badminton Academy Klaten dengan skor 21-15, 21-9. Ia kemudian tampil konsisten tanpa kehilangan satu gim pun di dua babak berikutnya.
Pada laga selanjutnya, ia menyingkirkan Baron Baswara Putra dari Champion Reborn Jogja dengan skor 21-16, 21-19, sebelum melanjutkan tren kemenangan usai mengalahkan Nibras Mahardika Anggono dari Merdeka dengan skor identik 21-9, 21-9.
Di babak empat besar, Arif bertemu dengan wakil PB Talenta Manado, Geralldy Mananggel. Menghadapi laga tersebut, seraya tertawa ia menyatakan, "Yang penting istirahat cukup, dan makan banyak."



