(Djarum Sirnas Sumatera Selatan Open) Alpareza Gali Pengalaman di Sirnas

Muhammad Alpareza (Sriwijaya Badminton Club Palembang) berusaha menggapai pengembalian.
Muhammad Alpareza (Sriwijaya Badminton Club Palembang) berusaha menggapai pengembalian.
Sirkuit Nasional ‐ Created by Bimo Tegar

Palembang | Pebulutangkis tunggal remaja putra asal tuan rumah, Muhammad Alpareza mencari peruntungan sekaligus menggali pengalaman di ajang Djarum Sirkuit Nasional Li-ning Sumatera Selatan Open 2019. Meski harus langsung menelan kekalahan di babak pertama, Alpareza mengaku semakin termotivasi untuk lebih giat meningkatkan kualitas permainannya.

Bertanding di GOR Dempo, Jakabaring Sport City, Palembang, Senin (22/4), Alpareza yang merupakan wakil PB Sriwijaya Badminton Club Palembang, kalah dalam pertarungan tiga game atas tunggal remaja putra asal PB Kaypi Badminton Club Bogor, Rayhan Achdhika Subarjat dengan skor 21-12, 18-21 dan 17-21.

“Sebetulnya saya kecewa harus kalah di babak pertama. Kejuaraan ini sudah saya tunggu-tunggu, karena ini adalah kejuaraan paling bergengsi yang ada di Indonesia. Tapi saya tetap bersyukur karena bisa menggali pengalaman dari kejuaraan ini. Walaupun kalah, saya semakin termotivasi untuk lebih giat lagi berlatih supaya kedepannya lebih baik,” ungkap Muhammad Alpareza kepada Djarumbadminton.com.

Alpareza sebetulnya sukses membuka game pertama dengan sangat baik. Bahkan ia bisa menang dengan selisih poin cukup jauh, 21-12. Namun di game kedua, pebulutangkis kelahiran Palembang, 4 Desember 2004 ini mengaku kehilangan fokus di poin-poin kritis, sehingga membuat penampilannya seketika merosot.

“Nggak tahu kenapa, tiba-tiba di game kedua saya nge-blank, fokusnya ilang. Di game ketiga saya coba untuk main lebih baik lagi seperti di game pertama, tapi nggak tahu kenapa masih hilang fokus dan banyak melakukan kesalahan sendiri,” jelasnya mengenai pertandingan.

Kejuaraan Djarum Sirkuit Nasional Li-ning Sumatera Selatan Open 2019 ini menjadi penampilan kedua bagi Alpareza. Sebelumnya, ia juga pernah ambil bagian pada ajang Djarum Sirkuit Nasional Sumatera Selatan Open 2015 lalu. Saat itu, Alpareza masih turun di nomor tunggal pemula anak.

“Walaupun kali ini saya harus kalah cepat, tapi setidaknya saya senang bisa turun di turnamen bulutangkis terbaik di Indonesia. Kedepannya saya harus lebih giat lagi latihan,” tutupnya.