"Permainannya sangat di luar dugaan saya karena dari awal sepertinya saya sudah siap tapi di lapangannya nggak bisa sesuai dengan ekspektasi yang saya mau," tuturnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Saya sempat ragu-ragu di awal-awal, seperti agak takut-takut, dari situ pikiran saya mulai kendur," tambah atlet muda yang biasa disapa Ubed ini.
Pemuda asal Sampang, Madura, Jawa Timur ini, mengaku berusaha keluar dari tekanan Jeon pada gim kedua, tetapi kesulitan menemukan cara yang tepat untuk mengembangkan permainan. Ia juga mencoba mengurangi kesalahan sendiri, namun menilai lawannya tampil sangat rapi dan bermain cukup baik sepanjang pertandingan. "Saya harus lebih banyak belajar lagi dan pastinya saya tidak puas dengan penampian hari ini," jelasnya.
Ubed memulai turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 500 ini dengan menyingkirkan pemain tuan rumah Panitchaphon Teeraratsakul di babak 32 besar. Ia menang dua gim langsung 21-10, 21-18 dalam tempo 42 menit.
Ia berupaya menekan Teeraratsakul sejak awal gim pertama sehingga mampu mengambil kendali permainan. Memasuki gim kedua, pertandingan berjalan lebih ketat dan ia sempat tertinggal, tetapi tetap berusaha menjaga fokus untuk mengejar poin demi poin hingga akhirnya dapat membalikkan keadaan.
Ubed mengatakan, keberhasilannya meraih gelar juara di tempat yang sama pada Januari lalu menjadi tambahan motivasi. Namun, pemain peringkat ke-43 dunia itu menyadari level persaingan kini lebih tinggi sehingga memilih fokus menargetkan langkah ke perempat final terlebih dahulu sebelum memburu tiket semifinal.