"Alhamdulillah pertandingan hari ini berjalan dengan lancar dan tanpa ada cedera apa pun. Hari ini belum rezeki kami, tetapi kita sudah melakukan yang terbaik," kata Nabila melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Secara umum ia berpendapat, Gloria/Jessica tampil lebih solid, dengan permainan yang rapi dan minim kesalahan sendiri sepanjang pertandingan.
Sementara itu, Jania mengatakan, performa mereka pada laga final kompetisi berskala nasional itu cukup stabil dan telah mampu menerapkan pola permainan yang direncanakan. "Tetapi di final tadi saya agak sedikit kendur," ungkapnya.
"Sebagai bahan evaluasi ke depannya, kami harus lebih tahan di fokus dan fisik," Jania, menambahkan.
Dengan hasil tersebut, Jania/Nabila gagal menambah perolehan gelar juara bagi skuad pelatnas, yang sebelumnya meloloskan dua wakil ke final. Satu-satunya gelar juara dari wakil pelatnas dipersembahkan oleh Mayla Cahya Afilian Pratiwi, yang pada partai puncak mengalahkan Erghya Aulia Putri dari Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya dengan skor 21-17, 24-22.
Sementara itu, Gloria menambah koleksi gelarnya pada HYDROPLUS Sirkuit Nasional Jawa Timur 2026 usai memenangi final nomor Ganda Dewasa Putri. Sebelumnya, ia juga sukses merebut gelar Ganda Dewasa Campuran bersama Rehan Naufal Kusharjanto, setelah mengalahkan pasangan satu klub, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti.


