"Acara ini akan kami buat seperti pesta rakyat buat para penggemar bulu tangkis di Indonesia. Tapi pesta rakyat bukan pada level yang seperti yang dibayangkan, pesta rakyat pada level yang lebih tinggi lagi," kata Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026 Achmad Budiharto kepada wartawan, dalam sesi jumpa pers rencana penyelengaraan turnamen ini di Jakarta, Selasa (14/4).
Harga tiket turnamen yang berlangsung pada 2-7 Juni ini dibanderol dengan harga mulai Rp40 ribu pada hari pembuka untuk kategori 3 (pre-sale) hingga Rp150 ribu untuk kategori 1 (normal). Memasuki babak 16 besar (4 Juni), harga berkisar Rp80 ribu hingga Rp350 ribu.
Sementara itu, untuk babak delapan besar, (5 Juni), tiket dijual mulai Rp120 ribbu hingga Rp500 ribu. Untuk semifinal (6 Juni), harga berada di rentang Rp200 ribu-Rp750 ribu, sedangkan partai final (7 Juni) dibanderol mulai Rp280 ribu hingga Rp850 ribu.
Selain tiket harian, panitia juga menyediakan paket terusan enam hari (2–7 Juni) dengan harga Rp675 ribu hingga Rp2,4 juta, serta paket tiga hari terakhir (5–7 Juni) mulai Rp575 ribu hingga Rp1,9 juta. "Harga tiket yang kita siapkan ini betul-betul tiket yang sangat 'bersahabat', yang sangat tidak memberatkan kantong dari para penggemar bulu tangkis Indonesia," katanya.
Budiharto juga menyatakan, harga tiket yang terjangkau menjadi salah satu daya tarik. tetapi ia menegaskan hal tersebut bukan menjadi hal utama, melainkan pengalaman berbeda yang akan dihadirkan di Istora GBK dengan atmosfer yang dirancang lebih istimewa. "Karena ini akan betul-betul implementasi suatu kemajuan teknologi yang memang menjadi salah satu keunggulan dari Polytron. Kita mau betul-betul memberikan ambience yang luar biasa, penerapan suatu teknologi yang baru. Dan menurut saya, Istora akan disulap menjadi suatu area lokasi yang betul-betul menarik," jelasnya.
"Terutama nanti buat para audiens, para penggemar bulu tangkis yang senang berfoto ria, Instagramable, nanti juga akan bisa banyak melihat langsung di Istora. Salah satunya itu, tapi sesuatu yang standar adalah kita juga punya tantangan untuk sekali lagi mengembalikan lagi euforia kebanggaan bulu tangkis Indonesia. Jadi salah satunya daya tariknya adalah itu," demikian Budiharto.



