Marc Zwiebler Belajar dari Lee Chong Wei

Marc Zwiebler
Marc Zwiebler (foto: BWF)
Internasional ‐ Created by RYN

Marc Zwiebler mengaku mendapatkan pelajaran berharga dari Lee Chong Wei di Olimpiade Rio 2016. Ia yang saat itu frustasi karena kalah di babak awal bertemu Lee Chong Wei yang baru saja kehilangan kesempatan meraih emas pertamanya di final Olimpiade ketiganya. Sikap positif Lee dalam menghadapi kekalahan telah membuat Zwiebler terkesan.

"Saya berbicara dengan Chong Wei usai final. Kami duduk dan berbicara dalam waktu yang lama. Saya banyak belajar darinya. Dia bilang, saya telah melakukan semua yang saya bisa. Kalah dan menang adalah bagian dari permainan. Pembicaraan ini sangat membantu saya," cerita Zwiebler.

Pemain asal Jerman itu pun memutuskan untuk bangkit dari keterpurukan. Usahanya membuahkan hasil, ia mendapatkan tempat di kualifikasi Dubai World Superseries Finals, akhir tahun lalu.

"Saya memiliki harapan tinggi sebelum Olimpiade dengan dua pilihan, kecewa atau terus bermain. Saya memilih pilihan kedua dan menjadi semifinalis di Jepang," ujarnya.

"Olimpiade merupakan sesuatu yang istimewa. Mungkin target saya terlalu tinggi, tapi saya memerlukan tujuan untuk diri saya sendiri. Saya berlatih sangat keras dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Tentu saja kamu kecewa ketika gagal, tapi itu telah membuat saya lebih kuat," lanjutnya.

Zwiebler menjadi salah satu pemain veteran di usianya saat ini yang telah mencapai 32 tahun. Namun, ia percaya kondisi fisiknya masih baik untuk terus berkarir dalam bulutangkis.

"Saya telah berubah, terutama dalam empat sampai lima tahun belakangan ini. Sebelumnya, saya memiliki beberapa tehnik dan insting yang baik bermain. Sekarang, fisik saya lebih kuat dan itu membantu saya untuk tetap stabil di lapangan," ungkap Zwiebler.

"Permainan telah banyak berubah menjadi lebih cepat selama 15 tahun terakhir. Terutama di sektor tunggal, pemain tak lagi banyak menyerang karena setiap orang memiliki pertahanan yang mengagumkan. Saat ini, taktik lebih penting," sahutnya.

Ternyata, Zwiebler masih memiliki misi terpendam, yaitu meraih gelar Superseries. Ini menjadi targetnya di tahun 2017.

"Menjuarai turnamen Superseries selalu menjadi mimpi saya. Saya telah beberapa kali menjadi semifinalis, tapi belum pernah menang. Jadi, itu menjadi mimpi terbesar saya dan saya akan mencobanya," pungkas Zwiebler.