BAM dan BWF Masih Berkomunikasi Soal Kepastian Malaysia Open 2020

Ekspresi kekecewaan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Indonesia) saat kalah di semifinal Malaysia Masters 2019 BWF World Tour Super 750.
Ekspresi kekecewaan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Indonesia) saat kalah di semifinal Malaysia Masters 2019 BWF World Tour Super 750. (Foto: PBSI)
Internasional ‐ Created by Bimo Tegar

Jakarta | Akibat pandemi, sudah lebih dari lima bulan semua kompetisi terpaksa ditunda bahkan dibatalkan. Sejauh ini, Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) belum bisa mengonfirmasi atau memastikan turnamen mana saja yang bakal dihelat. Tak terkecuali kejuaraan Malaysia Open 2020 BWF World Tour Super 750 yang rencananya berlangsung pada 24 hingga 29 November mendatang.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM), Kenny Goh belum bisa memastikan kabar terkait pelaksanaan Malaysia Open 2020 BWF World Tour Super 750. BAM melalui Goh masih terus memantau perkembangan status situasi pandemi di Malaysia sambil terus berkomunikasi dengan BWF.

“Kami telah melakukan komunikasi dengan BWF bahwa kami akan membuat keputusan bersama tentang Malaysia Open. Saya telah berbicara dengan Sekretaris Jendral BWF, Thomas Lund dua minggu lalu. Dia minta waktu untuk mempertimbangkan,” kata Kenny Goh dilansir BolaSport.com dari Nst.com.my.

“Kami akan mencoba untuk mengonfirmasi status (Malaysia Open 2020) pada pertengahan September atau awal Oktober nanti. Sulit untuk mengatakan apapun saat ini. Bagaimanapun kami memantau situasi sekarang dengan cermat,” sambungnya menambahkan.

Sejauh ini, turnamen terdekat yang punya kemungkinan besar digelar adalah putaran final Piala Thomas dan Uber 2020 yang akan berlangsung di Aarhus, Denmark pada 3 hingga Oktober mendatang. Untuk itu, BAM pun tengah mempersiapkan timnya untuk diberangkatkan ke Aarhus sambil menunggu keputusan dari BWF soal kelanjutnya turnamen.

“Piala Thomas dan Uber bukan turnamen di bawah otoritas kami, jadi kami hanya menunggu keputusan BWF saja. Jika berjalan sesuai rencana, kami berangkat. Untuk jaga-jaga, kami sudah mengajukan izin berpergian ke Kementerian Olahraga,” tandasnya.