HYDROPLUS Sirnas B Kaltim 2026 - Ajang Pembuktian Hafizah Hasanah Zahra

Hafizah Hasanah Zahra (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Hafizah Hasanah Zahra (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Sirkuit Nasional ‐ Created by EL

Samarinda | HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 menjadi ajang pembuktian bagi Hafizah Hasanah Zahra untuk menunjukkan performa terbaik, menjaga konsistensi, serta melanjutkan ambisinya kembali merebut gelar juara di kategori Tunggal Pemula Putri. Meski harus menghadapi banyak lawan tangguh dari berbagai klub, pemain PB Djarum itu menilai pertandingan melawan rekan sesama klub justru sering menghadirkan tantangan paling berat dan menguras tenaga.

Hal tersebut dirasakannya ketika merebut gelar juara HYDROPLUS Sirnas B Sulteng 2026 pada awal Mei, ketika ia menang rubber game 17-21, 21-15, 16-21 atas rekan satu klubnya, Mikha Ribka Kasalang.

Sementara itu, Hafizah mengawali kiprah HYDROPLUS Sirnas B Kaltim 2026 yang berlangsung pada 18-23 Mei di Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, dengan kemenangan cepat atas wakil Pelatsus Nasional, Alzhafirah Meisy Sahroni, dengan skor identik 21-4, 21-4.

Kemudian di babak 32 besar, ia mengalahkan Raisya Anindita Putri asal Jaya Raya Jakarta melalui dua gim 21-9, 21-14. Namun, Hafizah mendapatkan perlawanan sengit dari wakil Taqi Arena Badminton Academy, Liyana Zahirah, di 16 besar. Ia berjuang dan mampu merebut kemenangan tiga gim yang berakhir dengan skor 20-22, 21-17 21-15. "Gim pertama, sih, belum panas, terus belum tenang juga mainnya. Saya sudah berusaha menahan, tapi setelah setting itu dia yang lebih tenang dan bisa menang," katanya kepada Djarum Badminton.

"Sebelum masuk gim kedua, pelatih bilang ke saya untuk bermain lebih sabar. Dan gim ketiga itu saya bisa lebih menguasai terutama setelah saya mendapat poin 15 pertama," Hafiza, menambahkan.

Pada kesempatan tersebut Hafizah menyatakan targetnya untuk dapat kembali meraih gelar juara pada HYDROPLUS Sirnas B Kaltim 2026. Namun, ia menilai persaingan pada seri kali ini akan lebih sulit karena jumlah peserta yang tampil jauh lebih banyak dibanding kejuaraan sebelumnya di Palu. "Di Palu lawannya lebih sedikit, tetapi tetap saja banyak lawan-lawan yang kuat, terutama dari teman klub," tuturnya.

"Lawan teman sendiri itu justru lebih berat. Ya, kita sudah saling tahu sama tahu karena setiap hari bareng, latihan juga bareng. Namun, di Samarinda ini saya pengin buktiin. Ingin buktiin ke orang tua dan pelatih bawha aku bisa, aku bisa juara," pungkasnya.