Mayla mengaku telah tampil cukup nyaman pada gim pertama, tetapi kehilangan fokus di poin-poin krusial, karena pertahanannya kurang solid hingga kalah gim tersebut dari Sausan. "Di gim kedua kami bermain ketat dan kejar-kejaran dan saya banyak mati sendiri," katanya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Pertandingan ini menjadi ulangan perempat final HYDROPLUS Sirnas A Jatim 2026 di Surabaya pada pertengahan April lalu. Saat itu, Mayla meraih kemenangan tiga gim atas Sausan, yang dinilainya banyak mengandalkan pola permainan reli panjang. "Sedangkan tadi sejak pembukaan servis, sudah menyiapkan untuk bermain menyerang," tuturnya.
Mayla mengawali kompetisi berskala nasional ini dari babak 16 besar melawan wakil Kasih Jaksel, Sarah Daisy Theresia Christina Rambitan. Ia harus melalui pertarungan ketat untuk merebut kemenangan dua gim yang berakhir dengan skor 21-13, 21-19. Ia menilai, penampilannya cukup baik dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap kondisi lapangan.
Dengan langkahnya terhenti di semifinal, Mayla pun harus puas dengan posisi juara tiga bersama pada kompetisi berskala nasional ini. "Ke depannya saya harus lebih menyiapkan lagi dari defense dan tahan jika bermain reli," pungkasnya.



