Leo dan partnernya, Bagas Maulana, dijadwalkan bertanding di tiga turnamen di Eropa. Dimulai dari All England 2026, Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, 3-8 Maret. Lalu berlanjut ke Basel, Swiss, untuk mengikuti Swiss Open 2026, 10-15 Maret, dan berakhir dengan Orléans Masters 2026, Orléans, Prancis, 17-22 Maret.
Pemain kelahiran Klaten, Jawa Tengah, itu menyambut gembira kesempatan kembali berkumpul bersama keluarga saat memasuki bulan Ramadan. Namun, kebersamaan tersebut hanya berlangsung singkat, karena ia harus kembali ke pelatnas untuk menjalani sesi latihan terakhir sebelum bertolak ke Inggris.
"Pasti rasanya happy, bisa kembali ke bulan Ramadan dengan keaadaan sehat bisa kumpul dengan keluarga juga," tuturnya kepada Djarum Badminton, Jumat (20/2).
Ia juga menuturkan bahwa saat menjalani ibadah puasa bersama keluarga, menu sederhana, yaitu nasi dan telur menjadi favoritnya saat sahur. Kebiasaan itu pun tak jauh berbeda ketika berbuka puasa. "(Buka puasa) Apa aja yang penting ada air esnya," ungkap peraih titel juara Thailand Masters 2026 bersama Bagas tersebut..
Meski tak merinci porsi latihan yang dijalaninya di awal bulan Ramadan ini, Leo menyatakan tetap maksimal berlatih. "Tantangannya haus saat latihan, pastinya. Tapi kita juga harus tahu kondisi badan kita, bagaimana pun juga badminton ini, kan, butuh tenaga yang ekstra. Jatuhnya olahraga ekstrem, takutnya dehidrasi malah bahaya," ujarnya.
"Yang penting kita jalanin hari-harinya, ikhlas aja," pungkasnya.


