"Tadi Alhamdulillah cukup baik pertandingannya dan bisa diberi kemenangan tanpa cedera. Awal-awal sempat tegang juga, ada pressure karena ada tanggung jawab buat tim," ungkap Ubed melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Ia menyatakan berusaha bermain lebih tenang dan mampu mengatasi ketegangan setelah interval poin 11. Ubed juga menambahkan telah menyiapkan diri untuk berbagai kemungkinan, termasuk peran sebagai penentu, melalui komunikasi intens dengan pelatih. "Tadi fokusnya, sih, lebih ke penguasaan lapangan dulu," tuturnya.
Namun, Ubed menilai, dukungan dari para senior di tim memberikan pengaruh besar terhadap penampilannya di lapangan. "Tadi sempat diingatkan juga sama senior-senior untuk bermain lepas," katanya.
Sebelumnya, tunggal pertama Jonatan Christie gagal menyumbangkan poin pertama bagi Indonesia. Jojo, sapaannya, kalah tiga gim 16-21, 22-20, 20-22 dari pemain peringkat ke-2 dunia, Kunlavut Vitidsarn. Lalu ganda kedua Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, mampu membuat skor sama kuat menjadi 1-1. Mereka mengatasi perlawanan Chaloempoen Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-nga melalui dua gim yang berakhir dengan skor 21-17, 21-18.
Indonesia kembali tertinggal setelah Alwi Farhan kalah dari Panitchapon Teeraratsakul dalam dengan skor akhir 21-14, 17-21, 16-21. Ganda kedua, Fajar Alfian/Nikolaus Joaquin, menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah menang tiga gim 19-21, 21-17, 25-23 melawan Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul.



