Thomas Cup 2026 - Hitung-hitungan Peluang Indonesia ke Fase Gugur

Fajar Alfian & Nikolaus Joaquin (Humas PP PBSI)
Fajar Alfian & Nikolaus Joaquin (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Horsens | Tim bulu tangkis Indonesia bersiap menghadapi laga krusial dalam perebutan posisi juara grup pada Piala Thomas 2026 yang berlangsung di Horsens, Denmark, 24 April–3 Mei. Berstatus sebagai unggulan kedua, skuad "Merah Putih" tergabung di Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair, serta bertekad mengamankan posisi puncak klasemen demi membuka peluang lebih besar melaju ke fase gugur.

Hingga kini, Indonesia telah mencatatkan hasil positif dengan kemenangan telak 5-0 atas Aljazair dan kemenangan dramatis 3-2 atas Thailand. Indonesia dipastikan keluar sebagai juara Grup D apabila mampu meraih kemenangan atas Prancis pada laga terakhir fase grup yang akan berlangsung pada tanggal 28 April. 

Namun, sejumlah skenario lain masih mungkin terjadi. 

PP PBSI melalui siaran persnya pada Senin (27/4) menyebutkan, jika Indonesia kalah 2-3 dari Perancis dan di saat yang sama Thailand menang 5-0 atas Aljazair, maka Indonesia akan menempati posisi runner-up grup dan tetap melaju ke babak perempat final.

Indonesia berpotensi tidak lolos ke perempat final apabila mengalami kekalahan dengan skor 1-4 atau 0-5 dari Prancis. Skenario ini dipicu oleh hasil mengejutkan sebelumnya, di mana Thailand secara luar biasa mampu mengalahkan unggulan kelima, Perancis dengan skor 4-1, sehingga hal tersebut turut mempengaruhi perhitungan selisih kemenangan antara ketiga tim di Grup D. 

Dengan tiga skenario yang masih terbuka, laga Indonesia melawan Prancis menjadi laga yang paling menentukan di Grup D. Indonesia wajib tampil dengan performa terbaik demi mengamankan posisi optimal menuju fase gugur.

Pengundian perempat final Piala Uber 2026 digelar pada Rabu (29/4) dan Piala Thomas pada Kamis (30/4). Seluruh juara grup akan langsung dipasangkan dengan runner-up grup melalui mekanisme pengundian resmi. Adapun para runner-up grup akan diundi secara acak dan dipastikan tidak akan kembali bertemu dengan tim dari grup yang sama pada babak perempat final.