"Alhamdulillah bisa juara di Thailand Masters Super 300 kali ini," tanggap Leo kepada tim Humas dan Media PP PBSI, setelah pertandingan berdurasi 35 menit itu.
"Kami sudah lama tidak masuk final, kami juga belum bisa juara lagi setelah Korea Open 2024. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelatih yang sudah support dan membantu kami berdua," Leo, menjelaskan.
Leo mengungkapkan, ia dan Bagas menekankan fokus dan disiplin permainan sebelum bertemu Raymond/Indra, dengan menghindari kelengahan serta tidak terpancing untuk adu kecepatan dengan lawan. "Karena mereka lebih muda, jadi tidak bisa dipungkiri mereka pasti lebih cepat," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Leo menyampaikan permohonan maaf atas selebrasinya dengan membanting raket seusai pertandingan. Ia menjelaskan, reaksi tersebut terjadi secara spontan karena sudah lama tidak meraih gelar juara.
Sementara itu, Bagas menyebut motivasi besar jelang pertandingan datang dari dukungan orang tua, dorongan diri sendiri, serta kepercayaan dari partnernya. Ia menegaskan, keinginan untuk bangkit setelah lama absen dari podium juara menjadi pemicu utama penampilan mereka. "Ternyata ini rasanya kebangkitan, tetapi jangan cepat puas karena masih ada pertandingan-pertandingan lainnya," ujarnya.
"Gelar ini kami persembahkan untuk semua orang, terutama buat kami berdua," demikian Bagas.


