Swiss Open 2026 - Final Perdana Putri KW

Putri Kusuma Wardani (Humas PP PBSI)
Putri Kusuma Wardani (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Basel | Tunggal putri Indonesia menembus partai puncak Swiss Open setelah empat kali bertanding pada turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 300 tersebut. Ia lolos ke final Swiss Open 2026 sekaligus mencatatkan final pertamanya pada musim kompetisi tahun ini, setelah menyingkirkan pemain kawakan asal Jepang, Nozomi Okuhara, Sabtu (14/3).

Bertanding di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, unggulan teratas itu menang dua gim langsung 21-16, 21-13 dalam tempo 39 menit. "Untuk keseluruhan di lapangan, tadi dari pertama masuk dan sebelum main sudah menyiapkan untuk siap capek karena melawan Okuhara pasti tidak gampang mati dan dia mempunyai pukulan spekulasi yang sangat baik," jelas Putri melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.

Kedua pemain bertarung ketat pada awal gim pertama, dengan selisih poin yang tak pernah lebih dari satu angka hingga kedudukan imbang 4-4. Namun, Putri mampu keluar dari tekanan dan mencatatkan tujuh poin beruntun untuk memimpin 11-4 pada interval hanya dalam waktu enam menit. Rentetan poin tersebut juga tak lepas dari sejumlah kesalahan yang dilakukan oleh Okuhara.

Seusai interval, Putri langsung menambah satu poin untuk memperpanjang rentetan menjadi delapan poin berturut-turut sejak paruh pertama gim pertama. Sejumlah kesalahan yang dilakukan Okuhara, seperti pengembalian yang menyangkut di net atau melebar, kembali dimanfaatkan Putri untuk memperbesar keunggulan hingga 16-5.

Namun, juara dunia 2017itu mulai menemukan ritme permainan, perlahan bangkit, dan mampu memperkecil selisih menjadi lima poin saat skor 13-17. Okuhara bahkan sempat memberi tekanan ketika Putri telah mengantongi tujuh game point, tetapi tunggal putri "Merah Putih" itu dapat mengunci kemenangan gim pertama dengan skor 21-16.

Pada awal gim kedua, Okuhara masih belum mampu meminimalkan kesalahan sendiri yang membuatnya kehilangan banyak poin di gim pertama. Putri pun kembali memanfaatkan situasi tersebut untuk unggul 4-1. Namun, Okuhara bangkit dengan meningkatkan tempo permainan dan mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Setelah itu, skor imbang beberapa kali terjadi hingga 10-10, tetapi Putri dapat menutup interval dengan keunggulan tipis 11-10.

Selepas interval, duel ketat kembali berlangsung dengan kedudukan sama kuat tercipta pada beberapa poin awal. Putri kemudian dapat mengambil alih kendali permainan setelah kedudukan 13-13 dan mencatatkan delapan poin beruntun untuk meraih tujuh match point pada skor 20-13. Momentum tersebut tidak disia-siakan oleh Putri yang langsung menuntaskan gim kedua dengan kemenangan 21-13.

"Dari gim pertama dia memang menunggu saya untuk melakukan serangan. Dia mainnya defense dulu, tapi saya juga membaca kalau saya menyerang malah jadi menyulitkan. Jadi setelah interval saya coba main lebih safe, bermain panjang dan banyak reli jadi dia banyak mati sendiri," pungkasnya.

Di final, Minggu (15/3), Putri akan bertemu dengan pemenang pertandingan antara Lin Hsiang Ti asal Taiwan dan unggulan ketujuh dari Thailand, Supanida Katethong.