Pada musim kompetisi 2025, Marwan/Aisyah menguasai podium tertinggi Vietnam Open, Indonesia Masters II, Guwahati Masters, dan Odisha Masters. Selain itu, mereka juga meraih titel runner-up Al Ain Masters, setelah melalui laga final sesama pasangan Indonesia melawan Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindiya Wardana.
Melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, Marwan mengaku senang dapat merasakan gelar juara secara beruntun, sekaligus menjadikan hasil tersebut sebagai modal untuk menghadapi persaingan pada musim berikutnya. Namun, ia menegaskan, tantangan pada tahun depan tidak akan mudah seiring upaya naik level, sehingga mereka tidak ingin cepat berpuas diri dan masih perlu terus belajar serta meningkatkan kemampuan individu masing-masing.
"Bisa bermain konsisten sebenarnya ada motivasi khusus. Cuma dari saya pribadi ingin belajar buat selalu konsisten, karena memang salah satu kekurangan kami adalah kurang konsistennya itu, jadi kami cuma mau coba lebih fokus dan konsisten," jelas pemain Kuningan, Jawa Barat, pada 05 Mei 2004 ini.
Dua gelar juara beruntun pada pengujung tahun yang diraih oleh pasangan peringkat ke-22 dunia tersebut menjadi pelipur lara di tengah perjuangan mereka untuk menembus persaingan di level elite dunia. Pasalnya, mereka masih kerap kesulitan bersaing di level atas saat tampil pada sejumlah turnamen BWF World Tour Super 300. Mereka juga baru satu kali tampil pada turnamen level BWF World Tour Super 500, yaitu Indonesia Masters, dan hanya mampu melangkah hingga babak 16 besar.
Sementara di level BWF World Tour Super 300, pencapaian terbaik Marwan/Aisyah adalah menembus babak semifinal Syed Modi India International, sedangkan pada empat turnamen lainnya mereka selalu terhenti di babak-babak awal.
Secara keseluruhan, Marwan/Aisyah telah menjalani 15 turnamen pada musim kompetisi tahun lalu. PP PBSI kemudian mendaftarkan mereka ke Malaysia Open, satu dari empat turnamen dengan level tertinggi selain All England, China Open, dan Indonesia Open. Jika mampu memenangi babak pertama, Marwan/Aisyah berpotensi berhadapan dengan wakil Eropa lainnya, yakni Jesper Toft/Amalie Magelund (Denmark) atau juara Indonesia Open 2025, Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis). Sejauh mana Marwan/Aisyah melangkah di negeri jiran?


