Malaysia Open 2026 - Sabar/Reza Berupaya Jaga Kestabilan

Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (Humas PP PBSI)
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Kuala Lumpur | Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani meluapkan rasa syukur atas kemenangan di babak pertama Malaysia Open 2026 pada Rabu (7/1). Dalam laga yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pasangan non-pelatnas itu menang atas pasangan muda peraih gelar juara Australian Open 2025, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, melalui straight games 21-18, 21-9.

"Alhamdulillah di pertandingan pertama di tahun yang baru ini di Malaysia Open, bisa diberikan kemenangan. Tadi lawan anak muda Indonesia yang kemarin baru juara di Australia, pastinya mereka juga punya percaya diri yang lebih, punya tenaga yang lebih," ujar Sabar melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.

Pertarungan antara pasangan junior dan senior tersebut berlangsung ketat sejak awal gim pertama. Namun, Raymond/Joaquin mampu mengatasi tekanan permainan alot dari senior mereka dengan memimpin hampir sepanjang paruh pertama gim pertama dan tetap unggul 11-9 saat interval yang tercapai dalam tempo tujuh menit.

Pertarungan kembali berlangsung alot pada paruh kedua gim pertama. Sabar/Reza dua kali menyamakan kedudukan pada skor 13-13 dan 14-14. Seusai skor kembali imbang pada 18-18, Sabar/Reza mampu mengambil alih kendali permainan, meraih dua game point, dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-18 dalam tempo 17 menit.

Memasuki awal gim kedua, jalannya pertandingan hampir serupa dengan gim pertama ketika kedua pasangan terlibat pertarungan ketat hingga kedudukan imbang 5-5, sebelum Sabar/Reza kembali mengendalikan permainan dan menutup interval dengan keunggulan 11-6 dalam waktu delapan menit.

Pasangan non-pelatnas tersebut terus membangun momentum selepas jeda hingga unggul jauh 18-8, mengantongi 11 match point, sebelum memastikan kemenangan gim kedua dengan skor telak 21-9 lewat pengembalian cerdik ke area lapangan kosong yang tak mampu dijangkau oleh Raymond/Joaquin. "Di gim pertama kami sempat kewalahan di awal-awa, tapi kami bisa membalikan ritme permainan dan bisa 'in' di akhir gim pertama dan sepanjang gim kedua," kata Sabar.

Sementara itu, Reza mengungkapkan, keterbatasan kondisi tangannya membuatnya tidak dapat bermain maksimal. Namun, ia berupaya tampil sekuat tenaga dan tetap membuahkan hasil, setelah ia dan Sabar mampu menekan Raymond/Joaquin pada fase akhir gim pertama hingga membuat pasangan lawan terlihat panik, yang kemudian menjadi kunci kemenangan mereka pada pertandingan tersebut

"Harapannya di sini kami bisa terus konsisten dan juga sepanjang tahun ini karena modalnya cukup kuat di akhir tahun kemarin, bisa membawa hasil positif di tahun ini lah," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Sabar juga menyampaikan bahwa Raymond/Joaquin adalah pasangan muda dengan semangat juang tinggi dan performa yang luar biasa. Ia berharap mereka terus berkembang bersama pemain muda lainnya di masa mendatang. "Kami berharap regenerasi ganda putra Indonesia terutama bisa terus berkembang, bisa terus bertumbuh," pungkasnya.