"Pertama, bersyukur dulu, puji Tuhan tidak ada cedera dan segala macam. Saya harus akui, hari ini Kunlavut bermain lebih sabar, dia lebih tenang juga," kata Jojo kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
Unggulan keempat ini mengakui, masih ada kelemahan dalam menjaga konsistensi permainan, khususnya setelah memenangi reli-reli panjang. Meski dapat mengamankan poin pada situasi tersebut, Jojo merasa masih terlalu mudah kehilangan poin pada poin berikutnya karena memberikan kesempatan kepada Kunlavut secara cepat. "Itu yang cukup jelas dan jadi PR (pekerjaan rumah) untuk saya," katanya.
"Overall, sejauh ini cukup baik. Saya tahu dimana kesalahannya, saya tahu di mana saya salah bermain dan how to play-nya seperti apa," Jojo, menambahkan.
Jojo mengawali turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 ini dengan mengalahkan Chia Hao Lee asal Taiwan melalui dua gim langsung 21-18, 21-14. Berlanjut ke babak kedua, pemain peringkat keempat dunia tersebut kembali tampil solid saat menaklukkan wakil tuan rumah, Leong Jun Hao, lewat straight games 21-18, 21-11. Sementara itu, di perempat final, Jojo mengatasi tunggal putra Jepang, Kodai Naraoka, dengan skor 21-17, 21-13. Seluruh pertandingan tersebut diselesaikan Jojo dalam durasi kurang dari 60 menit.
"Jadi sampai ke semifinal cukup oke, ini salah satu boost power, boost motivasi juga, boost percaya diri juga," tanggapnya.
"Dan yang pasti, semoga setelah ini saya bisa bermain jauh lebih baik lagi. Dan PR-PR yang memang perlu dikerjakan, mudah-mudahan bisa cepat teratasi," demikian Jojo.
Meski kalah, Jojo masih unggul 8-7 atas Kunlavut dalam rekor pertemuan.


