Dalam debutnya pada turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000, Raymond/Joaquin mampu memberikan perlawanan sengit kepada senior mereka tersebut di awal gim pertama. Raymond/Joaquin bahkan 11-9 saat interval yang tercapai dalam durasi tujuh menit.
Pertarungan berlangsung alot pada paruh kedua gim pertama. Sabar/Reza dua kali menyamakan kedudukan pada skor 13-13 dan 14-14. Seusai skor kembali imbang pada 18-18, Sabar/Reza mampu mengambil alih kendali permainan, meraih dua game point, dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-18 dalam tempo 17 menit.
"Pertama-tama puji Tuhan kami bisa bermain dengan lancar, tidak ada cedera. Tadi saya rasa mainnya cukup baik di gim pertama, sudah direncanakan dengan pelatih akan bermain seperti apa dari awal dan coba menerapkannya tapi saya rasa di poin-poin kritis kami mungkin fokusnya kurang jadi mereka bisa membalikkan keadaan," papar Joaquin melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Memasuki awal gim kedua, jalannya pertandingan hampir serupa dengan gim pertama ketika kedua pasangan terlibat pertarungan ketat hingga kedudukan imbang 5-5, sebelum Sabar/Reza kembali mengendalikan permainan dan menutup interval dengan keunggulan 11-6 dalam waktu delapan menit. "Masuk ke gim kedua mereka mereka sudah menemukan polanya kami dan mereka langsung counter jadi kami tertekan terus," Joaquin, menuturkan.
Pasangan non-pelatnas tersebut terus membangun momentum selepas jeda hingga unggul jauh 18-8, mengantongi 11 match point, sebelum memastikan kemenangan gim kedua dengan skor telak 21-9 lewat pengembalian cerdik ke area lapangan kosong yang tak mampu dijangkau oleh Raymond/Joaquin. "Kami harus bisa lebih mengontrol pukulan, tadi banyak buang-buang poin di pengujung gim," kata Raymond.
"Kami juga harus belajar cepat beradaptasi. Tadi bolanya cukup kencang, tidak seperti saat latihan jadi cukup menyulitkan dan tidak terbiasa," pungkasnya.


