Fajar/Fikri mengamankan tiket final sekaligus membalas kekalahan mereka dari pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, pada final Denmark Open 2025. Bertanding di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang, Sabtu (18/7), unggulan kedua itu menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-14, 19-21, 21-18 dalam waktu 74 menit. Kemenangan tersebut sekaligus menyamakan rekor pertemuan kedua pasangan menjadi 1-1.
"Yang pasti senang, ya, bisa final di Japan Open. Menghadapi pasangan tuan rumah dan diakhiri dengan kemenangan. Ini menjadi back-to-back final Super 750 juga buat kami, Alhamdulillah sangat bersyukur," ujar Fajar melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Fajar menilai, kemenangan diraih melalui laga yang tidak mudah karena Hoki/Kobayashi mampu mengubah pola permainan secara efektif di setiap gim. Kondisi itu membuat mereka harus terus beradaptasi dan mengeluarkan energi lebih untuk mengimbangi permainan pasangan tuan rumah.
Sementara itu, menurut Fikri, mereka berupaya tetap fokus meski pertandingan berlangsung ketat dan situasi skor terus berubah. Ia juga menilai, komunikasi dengan Fikri serta arahan dari pelatih Antonius Budi Ariantho menjadi faktor penting yang membuat mereka bermain lebih tenang dan percaya diri. "Kuncinya di pukulan awal 1-2-nya. Siapa yang bisa lebih pegang dia lah yang bisa lebih mudah dapat poin," katanya.
Menjelang laga final melawan Kim/Seo, Fajar/Fikri hanya sekali meraih kemenangan dalam empat pertemuan terakhir melawan pasangan nomor satu dunia tersebut. Meski demikian, Fajar menilai situasi saat ini sudah berbeda mengingat pertemuan terakhir kedua pasangan terjadi pada final French Open 2025, yang dimenangi Kim/Seo. "Kami pengin mengukur bagaimana latihan kami selama ini untuk menghadapi pasangan nomor satu dunia," katanya.
"Kami mau menyiapkan recovery sebaik mungkin untuk malam ini, karena memang melelahkan hari ini, tapi itu bukan jadi alasan untuk besok. Semoga besok kami bisa fit dan bisa fresh untuk bisa memenangkan pertandingan," demikian Fajar.


