"Pasti tidak gampang hari ini karena terakhir kalah dan kemarin setelah lihat-lihat lagi permainannya, saya dan tim merasa bahwa sepertinya Tanaka pergerakannya dan cara dia mainnya itu sebenarnya lebih baik dibanding pemain Jepang lainnya, gitu," papar Jojo, sapaannya, kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
"Dari segi movement, dari segi tekniknya dan juga pukulannya, bagaimana dia defendnya, serangnya itu benar-benar on target. Itu yang saya waspadai sekali dan juga dari kesabarannya," Jojo, menambahkan.
Unggulan ketiga turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 750 ini mengaku sempat beberapa kali berada dalam situasi saling kejar-mengejar poin. Ia pada akhirnya mampu tampil lebih tenang dan menjaga fokus hingga mengamankan pertandingan. "Tadi ada beberapa kali break karena jari saya luka bahkan masih berdarah sampai akhir pertandingan, tapi puji Tuhan tidak terlalu mengganggu," ungkapnya.
Jojo juga mengungkapkan, kondisi cuaca yang dingin di dalam Indira Gandhi Sports Complex menuntutnya melakukan pemanasan lebih awal dan lebih intens. Ia pun mengaku telah menerapkan hal tersebut dalam dua hari terakhir, agar saat memasuki lapangan kondisi fisiknya benar-benar siap.
Di perempat final, Jumat (16/1), Jojo berhadapan dengan Christo Popov asal Prancis, yang melalui laga ketat saat bertanding melawan wakil tuan rumah, Kidambi Srikanth, di babak 16 besar. "Akan seru, karena saya juga menantikan, lah, buat pertandingan besok," tanggapnya.
"Dia juga pemain yang bagus, pemain kidal lagi. Pemain kiri itu biasanya punya kelebihannya sendiri. Harus lebih siap dan harus siap capek karena dia juga tidak gampang mati, tidak gampang dimatikan juga," demikian Jojo.


