"(Ini) adalah program untuk penjajakan potensi ke depan. Dengan bermain rangkap, kami bisa melihat potensi lain yang mungkin keluar dari atlet-atlet tersebut," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI pada Sabtu (14/2) siang.
"Selain itu, Daniel dan Taufik bisa menimba ilmu dan pengalaman dari Apri dan Lanny yang sudah lebih senior. Pengembangan kemampuan bermain di dua sektor juga akan membawa dampak positif bagi mereka," tambah pria yang biasa disapa Didi ini.
Ruichang China Masters 2026 akan berlangsung pada 10–15 Maret di Ruichang Sports Park Gym, Ruichang, Jiangxi, China. Pada turnamen level BWF Tour Super 100 tersebut, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran menjadi satu dari tiga ganda campuran Merah Putih dan langsung tampil dari babak utama. Sementara itu, dua pasangan anyar Taufik Aderya/Apriyani Rahayu serta Daniel Edgar Marvino/Lanny Tria Mayasari harus memulai perjuangan dari babak kualifikasi.
Pada pekan ini, Apri mengungkapkan, kesempatan tampil di sektor ganda campuran datang dari tim pelatih, meski ia tidak merinci apakah inisiatif tersebut berasal dari pelatih ganda putri atau ganda campuran. Tawaran serupa juga diterima dan disambut positif oleh Lanny. "Mau coba aja, jadi memang sudah keputusan dari pelatih," tuturnya kepada wartawan, saat ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Kamis (12/2).
Daniel dan Taufik, lanjut Apri, merupakan pemain ganda putra pratama yang dinilai tim pelatih memiliki karakter permainan yang cocok untuk dipasangkan dengan mereka di sektor ganda campuran. Selain itu, jadwal pertandingan Daniel dan Taufik juga sejalan dengan agenda Apri maupun Lanny, sehingga Ruichang China Masters 2026 menjadi ajang debut bagi mereka.
"Iya, mereka pemain-pemain pratama. Bagi saya nggak aneh (bermain di nomor ganda campuran), tetapi memang harus banyak penyesuaian pola. Saya ini masih dobel (pemain ganda putri) banget, jadi masih terus menyesuaikan," katanya.


