Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) melaporkan, sepanjang Januari, kalender Tur Dunia BWF berlangsung padat dengan empat turnamen pembuka. Masing-masing turnamen mewakili level Super 1000, Super 750, Super 500, dan Super 300, yang sekaligus menjadi panggung awal bagi generasi baru untuk unjuk gigi dan menantang dominasi para pemain elite dunia.
"Terdapat empat pemenang berbeda di nomor tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran. Meski hal itu sendiri bukan indikasi sebuah transisi, telah muncul tanda-tanda menarik di nomor tunggal putra," tulis BWF.
Malaysia Open 2026
Di awal musim, tampaknya tidak ada yang berubah bagi para pemain top dunia, bahkan selepas liburan akhir tahun seolah tak mengubah peta persaingan. Para pemain atau unggulan setahun lalu, tunggal An Se Young asal Korea Selatan, ganda putra Kim Won Ho/Seo Seung Jae (Korea Selatan), ganda putri Liu Sheng Shu/Tan Ning (China), dan ganda campuran Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China), menjuarai Malaysia Open 2026, turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 yang membuka musim kompetisi tahun ini.
Di sektor tunggal putra, Kunlavut Vitidsarn (Thailand) membawa pulang gelar juara Super 1000 untuk kali pertama, setelah lawannya, Shi Yu Qi (China), mengundurkan diri karena cedera punggung.
Ada cerita lain yang muncul. Kemenangan mengejutkan Presley Smith/Jennie Gai (Amerika Serikat) atas unggulan kedelapan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia) di babak kedua, yang menjadikan mereka sebagai pasangan pertama dari "Negeri Paman Sam" yang mencapai perempat final Super 1000. Sementara itu, di nomor tunggal putri, Pusarla V Sindhu (India) yang mencapai semifinal Super 1000 pertamanya dalam lebih dari empat tahun.
India Open 2026
Melanjutkan performanya dari 2026, An terus menunjukkan dominasinya pada India Open 2026. Meski hanya kalah satu gim di Malaysia, tunggal putri nomor satu dunia itu meningkatkan performanya di New Delhi, dengan mengalahkan semua lawannya dengan kemenangan dua gim langsung. Wang Zhi Yi (China) memberikan perlawanan sengit di final yang kompetitif di Malaysia, tetapi pada India Open 2026, Wang, pemain peringkat ke-2 dunia, tertinggal jauh.
Pemain yang mencuri perhatian khalayak pada India Open 2026 adalah Lin Chun-Yi, yang memenangkan gelar terbesar dalam kariernya. Lin, yang sebelumnya belum pernah memenangkan turnamen di atas level Super 300, mampu melewati babak yang sulit, dengan kemenangan perempat final atas tunggal putra tuan rumah, Lakshya Sen, pertandingan semifinal yang ketat melawan Victor Lai (Kanada), dan kemenangan dua gim di final atas Jonatan Christie (Indonesia). Kini, setelah meraih gelar Super 750, Lin telah menemukan momen terobosan dalam upayanya meraih gelar-gelar besar pada musim kompetisi tahun ini.
Indonesia Masters 2026
Rangkaian turnamen Tur Dunia BWF berpindah ke Jakarta untuk Indonesia Masters 2026. Jika dua turnamen pertama pada 2026 menunjukkan dominasi pemain yang lebih berpengalaman, Indonesia Masters menjadi panggung bagi para bintang muda yang tengah naik daun. Lima finalis berusia 21 tahun atau kurang, dengan Pitchamon Opatniputh (Thailand) sebagai runner-up tunggal putri dan juga tercatat menjadi finalis Super 500 termuda pada usia 19 tahun 21 hari.
Final tunggal putra menampilkan dua bintang muda, Alwi Farhan (Indonesia) yang berusia 20 tahun mengalahkan sesama pemain muda Panitchaphon Teeraratsakul (Thailand) untuk meraih gelar Super 500 pertamanya. Ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Indonesia) juga membuat kejutan dengan mencapai final, meski kalah dari Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia), yang memenangkan gelar pertama mereka dalam setahun terakhir. Kemenangan pasangan negeri jiran itu di nomor ganda putra menjadi pertanda baik dalam perjuangan mereka pada tahun ini.
Thailand Masters 2026
Bintang-bintang muda terus bersinar sepekan kemudian pada Thailand Masters 2026. Para pebulu tangkis Indonesia berjaya pada turnamen bulu tangkis level BWF Worl Tour Super 300 ini dengan meraih empat gelar juara.
Kedewasaan tunggal putra Moh. Zaki Ubaidillah (Indonesia) menjadi sorotan dalam warta BWF pada lamannya. Ia memenangkan turnamen Super 300 pertamanya, setelah mengalahkan Brian Yang (Kanada) di perempat final dan rekan senegaranya Alwi Farhan di semifinal. Persaingan yang muncul ini menjadi pertanda baik bagi "Merah Putih", dengan Ubed, sapaannya, yang baru berusia 18 tahun, sementara Farhan 20 tahun. Di final, Ubed mengalahkan sesama pemain muda Panitchaphon yang menjadi runner-up untuk kali kedua berturut-turut.
Situasi serupa terjadi pada ganda putra masa depan Indonesia, Raymond/Joaquin. Setelah mencapai dua final dalam dua pekan terakhir, dan final keenam mereka dari tujuh turnamen, Raymond/Joaquin kalah dari pasangan senegaranya yang lebih senior, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Kini, pasangan juara Australian Open 2025 itu melesat ke peringkat ke-17 dunia, sebuah peningkatan yang sangat pesat mengingat mereka berada di peringkat ke-90 pada September tahun lalu.
Indonesia juga "menyapu bersih" nomor ganda di Thailand, dengan ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan ganda campuran Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil meraih gelar Super 300 pertama mereka sebagai pasangan.
Sementara itu, India mencatatkan gelar perdana mereka pada musim kompetisi tahun ini di Thailand melalui Devika Sihag. Pebulu tangkis tunggal putri peringkat ke-63 dunia itu bertemu lawan-lawan tangguh dalam perjalanannya menuju partai puncak, mulai dari rekan senegaranya Ashmita Chaliha, unggulan kedelapan Tung Ciou-Tong (Taiwan), unggulan pertama Supanida Katehong (Thailand), hingga unggulan kelima Huang Yu-Hsun (Taiwan). Di final, ambisi Goh Jin Wei untuk mengakhiri puasa gelar sejak 2018 harus tertunda, setelah wakil Malaysia itu terpaksa mengundurkan diri di tengah laga akibat cedera.
Performa impresif para bintang muda tersebut menjadi sinyal kuat, 2026 berpotensi menjadi tahun transisi dengan generasi baru semakin matang dan siap mengambil alih tongkat estafet dari para pemain senior yang selama ini mendominasi panggung bulu tangkis dunia.


