Carolina Marín Pensiun, Penghormatan Mengalir dari Nadal hingga Axelsen

Carolina Marín (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Carolina Marín (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Carolina Marín, salah satu pemain bulu tangkis terhebat sepanjang masa, memutuskan pensiun pada Kamis (26/3) setelah tidak mampu pulih sepenuhnya dari cedera lutut serius ketiga yang dialaminya. Tak lama setelah mengumumkan gantung raket, penghormatan pun mengalir bagi juara dunia tiga kali dan peraih keping emas Olimpiade Rio 2016 itu, mulai dari rekan satu negaranya, Rafael Nadal, hingga sejumlah bintang bulu tangkis dunia.

"Hari ini saya ingin menyampaikan sebuah pesan secara langsung kepada kalian. Perjalanan saya di dunia bulu tangkis profesional telah berakhir, sehingga saya tidak akan tampil pada Kejuaraan Eropa di Huelva," ujar Marín, 32 tahun, melalui jejaring sosialnya.

Dalam lubuk hatinya, Marín menegaskan bahwa dirinya telah mengakhiri karier di gelanggang bulu tangkis, tepatnya di Paris, Prancis, pada ajang Olimpiade Paris 2024. "Kami hanya tidak mengetahuinya saat itu," kata juara Eropa delapan kali itu melalui jejaring sosialnya.

Nadal, sesama pemain kidal dari Spanyol yang merupakan legenda tenis dunia, menulis di jejaring sosial X, "Congratulations on a spectacular career! Well done on your dedication, your talent, your perseverance, and for achieving feats that seemed impossible in Spain just a few years ago. Enjoy this new chapter!"

Tai Tzu Ying, ratu bulu tangkis Taiwan, yang memainkan 24 pertandingan melawan Marín dengan rekor head-to-head 12-12, menulis di Instagram: "Wish you all the best!! Happy retirement!"

Viktor Axelsen, tunggal putra Denmark peraih medali emas Olimpiade dua kali yang mengikuti jejak Marín sebagai peraih medali emas Eropa yang langka di panggung terbesar olahraga ini, menyatakan, "Legend! Congrats on your fantastic career my friend and I wish you nothing but the best for your future endeavours. See you around.” Sementara itu, Anders Antonsen menulis: “Congratulations on a fantastic career Carolina! Happy retirement."

Dua bintang bulu tangkis India, HS Prannoy dan Chirag Shetty juga mengirimkan ucapan selamat mereka. Prannoy menulis, "Huge congratulations on an incredible career.” Chirag menulis, “Congratulations on an incredible career! Truly inspiring. Sit back and enjoy the next chapter of life."

Ratchanok Intanon, salah satu anggota generasi emas tunggal putri dunia asal Thailand, menulis: "I`ll miss your screams!!! And that`s only you can do it! Thanks for inspiring to young generations as someone who never gives up. Happy retirement and stay happy as always."

Legenda bulu tangkis Denmark, Peter Gade, menulis, "A true legend – a true inspiration for so many players, coaches and fans around the world. Thank you, Carolina – all the best for the next chapter in your life."

Sementara itu, Federasi Bulu Tangkis Spanyol (FESBA) menyatakan, Marín memiliki karier istimewa yang sarat kesuksesan, ambisi, serta tekad berprestasi yang menginspirasi generasi.

Kantor berita AP mencatat, Marín menjadi satu-satunya pebulu tangkis putri dari luar Asia yang mampu menjuarai nomor tunggal Olimpiade, saat meraih medali emas di Rio de Janeiro pada 2016. Ia juga tercatat sebagai pemain pertama yang menjuarai tiga kejuaraan dunia, menduduki peringkat satu dunia selama 66 pekan, serta mengoleksi tujuh gelar juara Kejuaraan Eropa.

Ia tidak pernah kembali bertanding sejak Olimpiade Paris 2024, ketika mengalami cedera ACL pada lutut kanannya untuk kedua kalinya, di semifinal. Marín terjatuh kesakitan di lapangan, tetapi tetap berusaha melanjutkan pertandingan dengan mengenakan penyangga lutut, dan hanya mampu bertahan dua poin.