BWF Bangun Museum Bulu Tangkis Dunia di Qingdao

Handprint Hendra Setiawan untuk Museum Bulu Tangkis di China (Humas PP PBSI)
Handprint Hendra Setiawan untuk Museum Bulu Tangkis di China (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Federasi Bulu Tangkis Dunia atau Badminton World Federation (BWF) tengah membangun sebuah museum di Qingdao, China. Museum dengan luas sekitar 4.200 meter persegi dan mempunyai empat lantai ini akan menampilkan sejarah perkembangan bulu tangkis global, pertumbuhan dan pencapaian BWF, turnamen-turnamen besar dan kisah-kisah legenda. Tujuannya adalah untuk melestarikan budaya bulu tangkis, memamerkan artefak dan prestasi penelitian serta menyoroti peran penting olahraga ini.

BWF Museum adalah kerja sama antara BWF, Chinese Badminton Association, Qingdao Sports Bureau, Qingdao West Coast New Area Management Committee dan Shiyu Sports Co. Ltd. "BWF bekerja bersama lima organisasi untuk membangun museum yang akan menjadi tempat edukasi tentang olahraga bulu tangkis. Museum berada di dalam kawasan yang besar yang disebut BWF Qingdao International Exchange Center. Ada museum, stadion, dan area ruang terbuka," kata Project Director BWF Stuart Borrie melalui siaran pers Humas PP PBSI pada Kamis (22/1).

"Museum ini akan menunjukkan sejarah bulu tangkis, tentang Badminton World Federation dan tentang turnamen-turnamen terkenal seperti Thomas Cup, Uber Cup, Sudirman Cup dan lainnya. Ini akan memberikan pengalaman bagi orang untuk datang, belajar dan menikmati sejarah olahraga kita tercinta ini," Borrie, memaparkan.

Dalam menyukseskan ide dari museum ini, para juara dan legenda Indonesia memberikan sumbangsih berupa tanda tangan di foto bersejarah dan membubuhkan handprint untuk dipajang. Mereka di antaranya adalah Rudy Hartono, Imelda Wigoena, Ricky Soebagdja, Icuk Sugiarto, Hariyanto Arbi, Hendrawan, Susy Susanti, Alan Budikusuma, Sigit Budiarto, hingga Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan serta Tontowi Ahmad. "Kami membuat arena ruang terbuka yang bernama Starlight Plaza. Starlight Plaza menunjukkan para peraih medali emas Olimpiade dan Juara Dunia. Jadi jika anda sang juara anda dapat menunjukkan tanda tangan dan handprint di sana sebagai simbol kemenangan di level tertinggi," kata Borrie.

Ia menyampaikan, harapan BWF adalah saat orang datang ke Qingdao, mereka tidak hanya melihat kota yang indah tapi juga bisa belajar tentang olahraga bulu tangkis. "Qingdao merupakan tempat yang terkenal karena di Olimpiade Beijing 2008, kota ini merupakan tempat penerbangannya. Kota ini adalah kota olahraga yang juga memiliki populasi pemain bulu tangkis yang sangat banyak," jelasnya

"Kami berharap orang akan datang ke Qingdao bukan hanya untuk melihat sebuah kota yang indah tetapi juga untuk melihat museum dan belajar tentang sejarah bulu tangkis, belajar tentang pemenang dan belajar tentang orang dalam olahraga kita. Museum ini harus menjadi sebuah pusat yang menarik orang untuk pertukaran sejarah dan budaya," pungkasnya.