"Pertandingan cukup 'ramai', kami juga di posisi jadi penentu lagi. Mungkin lawan lebih nothing to lose, ya, karena mereka bukan pasangan asli," kata Fadia melaui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Kami terlalu buru-buru dan banyak melakukan kesalahan sendiri di poin-poin akhir," tambahnya.
Sementara itu, Tiwi menilai, duo Lee tampil solid dan rapat dalam pertahanan, sehingga membutuhkan kesabaran ekstra untuk membongkarnya. "Sayang kami tidak bisa cukup sabar hari ini," katanya.
Sebagai kapten tim, Fadia menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dalam tim beregu putri bulu tangkis Indonesia, atas perjuangan yang telah ditunjukkan pada kejuaraan kontinental tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena ia bersama Tiwi gagal menyumbangkan poin bagi "Merah Putih" pada laga tersebut. "Di luar itu saya tetap bersyukur Alhamdulillah dengan hasil yang kami dapat," Fadia, menyatakan.
"Dengan pemain-pemain tunggal yang junior, kami bisa mencapai target naik podium. Medali perunggu ini untuk semua yang sudah bersama-sama berjuang dalam tim ini," pungkasnya.
Berikut hasil laga semifinal beregu putri BATC 2026 antara Indonesia dan Korea Selatan:
- WS1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs. Kim Ga Eun 5-21, 4-21
- WD1: Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs. Baek Ha Na/Kim Hye Jeong 14-21, 10-21
- WS2: Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi vs. Park Ga Eun 21-14, 21-13
- WD2: Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi vs. Lee Seo Jin/Lee Yeon Woo 19-21, 19-21
- WS3: Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Kim Min Ji*
(*) tidak dimainkan


