"Alhamdulillah hari ini lancar, tidak ada cedera apapun, dan diberi kemenangan," tanggap Bagas kepada tim Humas dan Media PP PBSI, seusai pertandingan yang berlangsung di Qingdao Conson Gymnasium, Qingdao, China tersebut.
"Sempat nervous juga, ya, karena ini pertandingan pertama dan pertama kali main beregu juga di turnamen yang menurut saya besar. Ini pengalaman, lah, buat saya," tambah pemuda kelahiran Pati, Jawa Tengah itu.
Ia mengaku dapat menguasai jalannya gim pertama berkat pemahaman kondisi lapangan, setelah menjajal sisi tersebut yang dipengaruhi arah angin. Bagas pun lebih percaya diri dalam menerapkan pola permainan reli panjang untuk memaksa Htut terus bergerak. "Tapi di gim kedua jadi ragu-ragu buat menerapkan pola yang sama, takut out. Mau menyerang juga masih ragu-ragu," tuturnya.
Bagas juga mengakui, mengakui adanya tekanan saat dipercaya tampil sebagai pemain tunggal pertama, terlebih karena penunjukan tersebut datang di luar perkiraannya. "Tapi saya mencoba untuk membuktikan kalau saya bisa dan saya meyakinkan diri bahwa saya pasti bisa melewati tantangan hari ini," pungkasnya.


