Atlet kelahiran Denpasar itu mengungkapkan, saat ia memasuki arena pertandingan, tim "Merah Putih" berada dalam posisi tertinggal sementara 0-2. Namun, lanjutnya, arahan dari pelatih untuk tetap fokus bermain tanpa memikirkan skor, membuatnya dapat menjaga ketenangan di lapangan. "Karena pasti mereka yang lebih beban apalagi saya unggul rekor pertemuan dari Park Ga Eun," tuturnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Dhinda juga mengungkapkan, dari sejumlah pertandingan sebelumnya, ia kerap kehilangan keunggulan poin, yang dinilainya menjadi pelajaran berharga. Oleh karenanya, pada laga ini, ia berupaya tampil lebih fokus dan konsisten agar lawan tidak leluasa mengembangkan permainan maupun meraih poin secara beruntun. "Saya juga terus meyakinkan diri sendiri bahwa saya bisa, dukungan tim dari belakang juga sangat membantu," katanya.
"Setelah ini saya yakin kakak-kakak yang akan main berikutnya bisa memberikan yang terbaik dan mendapat dua poin untuk Indonesia," demikian Dhinda.
Pada laga pembuka, tunggal pertama Thalita Ramadhani Wiryawan gagal meladeni permainan Kim Ga Eun. Ia kalah dua gim langsung 5-21, 4-21 hanya dalam tempo 22 menit. Indonesia tertinggal 0-2 setelah ganda pertama Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum kalah dua gim 14-21, 10-21 dari pasangan "dadakan" Baek Ha Na/Kim Hye Jeong.


