"Sangat disayangkan memang saya tidak bisa sumbang poin untuk Indonesia, untuk kakak-kakak saya," ujar Thalita melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Thalita mampu memberikan performa yang baik pada paruh pertama gim pertama dan keunggulan 11-8 saat interval. Namun, selepas jeda, Happy tampil lebih agresif dan perlahan memangkas jarak poin. Tekanan beruntun yang dilancarkannya membuat skor kembali imbang pada kedudukan 17-17 dan 18-18, lalu membalikkan keadaan untuk berbalik unggul 19-18.
Pertarungan ketat kembali tersaji saat setting 20-20. Namun, Happy mampu tampil lebih tenang pada momen krusial untuk mengunci kemenangan gim pertama. Ia mengonversi game point keduanya dan menutup gim pembuka dengan kemenangan 23-21 dalam tempo 21 menit, setelah pengembalian Thalita tersangkut di net.
Memasuki gim kedua, kedua pemain kembali terlibat duel sengit dengan jarak poin yang tak pernah lebih dari dua poin, kecuali saat interval ketika Happy memimpin 11-8. Seusai jeda, tunggal putri peringkat ke-66 dunia itu kian menguasai permainan dan sempat mencatatkan keunggulan terjauh pada skor 16-10.
Namun, Thalita menolak menyerah. Tekanan beruntun yang dilancarkannya perlahan memangkas jarak membuat skor imbang 18-18 lewat smes menyilangnya yang tak dapat dijangkau Happy. Meski sempat tertinggal satu poin, Thalita kembali menyamakan kedudukan 19-19. Namun, Happy mampu mengatasi tekanan di poin-poin krusial dengan kembali merebut keunggulan dan mengantongi satu match point setelah memanfaatkan kegagalan permainan net Thalita.
Happy pun menuntaskan pertandingan ini dengan kemenangan gim kedua dengan skor 21-19. "Lawan punya pengalaman lebih banyak, tadi saya coba melawan saja dulu. Memang ada beban jadi tunggal pertama tapi kakak-kakak saya berpesan untuk lepas saja, enjoy saja jadi tadi saya terus berusaha tanpa berpikir hasil dulu," tanggap Thalita.
"Saya mendapat pengalaman dan pelajaran berharga dari pertandingan hari ini. Saya harus lebih sabar, lebih tahan lagi setiap pukulan dan harus lebih ulet," pungkasnya.


