BAC 2026 - Awal Positif Faathir/Devin

Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi (Humas PP PBSI)
Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Ningbo | Ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, meraih kemenangan dalam debut pada Badminton Asia Championships (BAC), Rabu (8/4). Pasangan muda "Merah Putih" itu menang dua gim langsung di babak pertama BAC 2026 atas wakil Filipina, Solomon Jr. Padiz/Julius Villabrille, dengan skor 21-19, 21-12, dalam pertandingan yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center, Ningbo, China.

"Main di BAC pastinya senang, karena ini levelnya BWF Super 1000 jadi termasuk pertandingan yang besar apalagi hari ini bisa menang," tanggap Devin kepada tim Humas dan Media PP PBSI, seusai pertandingan berdurasi 26 menit tersebut.

"Pertandingan hari ini lumayan tegang karena dari hawa dan juga venue-nya beda banget karena levelnya juga Super 1000, Alhamdulillah tadi bisa dilewati," Faathir, menimpali komentar partnernya.

Pada awal gim pertama, Padiz/Villabrille langsung menggebrak dengan raihan empat poin beruntun untuk unggul 4-1. Namun, Faathir/Devin mampu merespons, menyamakan kedudukan 6-6, berbalik unggul, dan memimpin 11-7 saat interval hanya dalam waktu empat menit. Selepas jeda, Padiz/Villabrille bangkit dan terus memberikan perlawanan sengit hingga mampu memangkas selisih poin. Meski demikian, Faathir/Devin tetap mampu mengatasi tekanan di momen krusial dengan mengamankan empat game point, lalu menutup gim pertama dengan kemenangan 21-19.

Kedua pasangan meningkatkan tempo permainan pada awal gim kedua, tetapi Faathir/Devin mampu meredam permainan cepat Padiz/Villabrille dengan tampil lebih agresif hingga unggul 11-6 saat interval. Dominasi Faathir/Devin berlanjut selepas jeda dengan terus meraup poin demi poin, memanfaatkan sejumlah kesalahan lawan. Mereka mengantongi delapan match point, kemudian mengunci kemenangan gim kedua dengan skor 21-12.

Devin menilai, keunggulan Padiz/Villabrille terletak pada permainan bola atas yang cukup kencang, namun ia juga mengakui bahwa mereka masih banyak melakukan kesalahan sendiri akibat faktor ketegangan. "Target kami mau main bagus dulu," katanya. 

"Untuk pola permainan yang penting tidak bermain monoton dulu aja, tadi kami lebih ke adaptasi lapangan dan enakin permainannya dulu," demikian Faathir.