"Pertandingan berlangsung sangat melelahkan karena kami sama-sama bermain dalam durasi panjang. Saya sangat senang bisa meraih kemenangan, terlebih dukungan dari para penggemar Korea turut memberi energi tambahan bagi saya di lapangan," kata An, mengutip laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
Serupa dengan An, unggulan teratas tunggal putra asal China, Shi Yu Qi, juga memenangkan gelar juara BAC pertamanya. Ia menang 21-8, 21-10 dalam tempo 42 menit atas pemain muda India, Ayush Shetty.
Shetty, pemain peringkat ke-25 dunia, telah melalui perjuangan yang luar biasa hingga final, mengalahkan sejumlah pemain sarat pengalaman, seperti Li Shi Feng, Chi Yu Jen, Jonatan Christie, dan Kunlavut Vitidsarn. Namun, Shi terlalu tangguh, mengendalikan jalannya pertandingan, dan memilih kesempatan yang tepat untuk melakukan serangan eksplosif.
Momen terbaik Shetty terjadi pada awal gim kedua saat unggul 7-2, tetapi Shi mampu menyamakan kedudukan lewat lima poin beruntun dan sejak itu mengendalikan jalannya pertandingan. "Saya sangat bersyukur bisa mencapai final. Ini adalah pekan yang fantastis bagi saya. Memang disayangkan harus berakhir seperti ini karena saya ingin menampilkan pertandingan terbaik, tetapi secara keseluruhan saya merasa telah bermain solid sepanjang turnamen," ujarnya.
Shetty juga berujar, proses pemulihan setelah semifinal berjalan baik dan merasa dalam kondisi prima saat tampil di final. Namun, ia mengakui keunggulan Shi yang tampil konsisten dan mampu mencetak poin dari berbagai situasi di lapangan.
Sementara itu, Kim Won Ho/Seo Seung Jae terus menunjukkan dominasi di sektor ganda putra dengan meraih gelar perdana BAC. Pasangan juara dunia itu menaklukkan sesama wakil Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju, dengan skor 21-13, 21-17.
Di nomor ganda putri yang mempertemukan dua pasangan tuan rumah, Li Yi Jing/Luo Xu Min keluar sebagai juara setelah Liu Sheng Shu/Tan Ning mengundurkan diri saat tertinggal 5-8.
Adapun di sektor ganda campuran, pasangan Korea Selatan, Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong, yang memulai perjalanan dari babak kualifikasi, sukses meraih gelar juara. Lawan mereka di final, pasangan Thailand Dechapol Puavarnukroh/Supissara Paewsampran, tidak dapat bertanding akibat cedera.


