BAC 2026 - Alwi Farhan Akui Terpancing Emosi Lawan

Alwi Farhan (Humas PP PBSI)
Alwi Farhan (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Ningbo | Pemain bulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, dipaksa mengakui keunggulan Kodai Naraoka asal Jepang pada pertandingan babak 16 besar Badminton Asia Championships (BAC) 2026, Kamis (9/4). Alwi kalah dua gim langsung 16-21, 17-21 dalam tempo durasi 59 menit, pada pertandingan yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center, Ningbo, China.

"Saya menyesal. Namun, balik lagi dalam badminton bisa menang dan juga bisa kalah," tanggap Alwi seusai laga kepada tim Humas dan Media PP PBSI.

"Saya kurang puas dengan permainan saya tadi, saya tertekan terus dan beberapa kali terpancing emosi," tambah pemain peringkat ke-14 dunia tersebut.

Alwi bertemu untuk kali pertama dengan Naraoka, tunggal putra unggulan ketujuh pada kejuaraan bulu tangkis kontinental perorangan tersebut. Meski telah mempelajari pola permainan lawan melalui tayangan video, Alwi mengakui adanya perbedaan signifikan saat berhadapan langsung di lapangan. Dalam pertandingan, Naraoka beberapa kali mampu mengganggu fokus dengan permainan yang menguras emosi, yang berujung pada kemenangan straight games. "Mungkin itu trik bermain lawan, saya akan belajar untuk kembali lebih kuat," tuturnya.

"Keunggulan lawan, menurut saya, dia bisa memainkan pertandingan yang unik dan juga pandai memancing emosi," Alwi, menambahkan.

Pada babak pertama, Alwi meraih kemenangan atas Justin Hoh asal Malaysia dalam pertandingan yang berlangsung Rabu (8/4). Ia menang melalui rubber game dengan skor 21-19, 14-21, 21-18 dalam durasi 74 menit. Selepas BAC 2026, Alwi memilih langsung mengalihkan fokus pada persiapan menuju Piala Thomas 2026 yang digelar di Denmark, 24 April-3 Mei. "Selanjutnya saya mau berlatih lagi untuk persiapan Thomas dan Uber Cup 2026," pungkasnya.

Dengan tersingkirnya Alwi, harapan Indonesia untuk meraih gelar juara di nomor tunggal putra pada BAC 2026 kini bertumpu pada Jonatan Christie.