Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian menyampaikan, secara umum terdapat dua sisi yang menjadi perhatian dari hasil tim Indonesia di turnamen tersebut. "Secara umum kami melihat ada dua sisi dari hasil tim Indonesia di All England kali ini. Dari sisi positif, perkembangan pemain-pemain muda menunjukkan progres yang cukup menggembirakan. Mereka mampu tampil kompetitif di turnamen dengan level dan tekanan tinggi seperti All England. Ini menjadi indikator bahwa proses regenerasi berjalan dan para pemain muda mulai mampu bersaing di level tertinggi," paparnya melalui siaran pers Humas PP PBSI pada Senin (9/3) petang WIB.
Apresiasi khusus tentu kami berikan kepada Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang mampu menembus babak empat besar. Dalam perjalanannya mereka mampu mengalahkan pasangan unggulan kelima dan unggulan ketiga. Bahkan, ketika menghadapi Kim Won Ho/Seo Seung Jae, pasangan nomor satu dunia sekaligus juara bertahan di semifinal, mereka tetap mampu memberikan perlawanan yang sangat baik. Penampilan seperti ini menunjukkan, Raymond/Joaquin memiliki potensi dan kualitas untuk terus berkembang ke depan.
Target meraih satu gelar juara All England yang sebelumnya ditetapkan, belum berhasil tercapai. Hal tersebut diakui menjadi bahan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi strategi pertandingan maupun konsistensi performa terutama pada fase-fase krusial. "Evaluasi ini akan kami lakukan secara komprehensif bersama tim pelatih dan tim pendukung di pelatnas untuk melihat apa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar ke depan para atlet bisa tampil lebih maksimal dan stabil di turnamen besar," jelasnya.
"PBSI akan terus berupaya mencari metode pembinaan yang semakin efektif agar potensi para atlet dapat berkembang secara optimal dan mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi," Eng Hian, menambahkan.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia karena tim bulu tangkis Indonesia gagal memenuhi target yang telah ditetapkan pada turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut. Namun, ia tetap menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas doa serta dukungan yang terus diberikan kepada tim bulu tangkis "Merah Putih".
Setelah All England, tim Indonesia akan melanjutkan rangkaian turnamen di Eropa dengan mengikuti Swiss Open 2026. Induk organisasi bulu tangkis Indonesia itu menyebutkan, turnamen tersebut diharapkan menjadi momentum bagi para atlet untuk kembali menunjukkan performa terbaik sekaligus meraih hasil maksimal bagi Indonesia.


