All England 2026 - Rahmat: Kami Bermain Tidak Sabar

Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat (Humas PP PBSI)
Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Birmingham | Perjalanan ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, pada turnamen bulu tangkis All England 2026 berakhir. Mereka kalah dari pasangan China, Chen Bo Yang/Liu Yi, dengan skor 16-21, 10-21 dalam pertandingan yang digelar di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Jumat (6/3).

Paruh pertama gim pertama diwarnai pertarungan ketat dalam perebutan poin. Selisih angka tak pernah lebih dari dua poin hingga Chen/Liu memimpin 11-9 saat interval. Seusai jeda, duo "Negeri Tirai Bambu" itu terus memperlebar keunggulan hingga 15-10 dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-16, setelah pengembalian Rahmat jatuh di luar lapangan.

"Permainan mereka hari ini sangat baik terutama dari sisi pertahanannya sangat rapat dan tidak mudah ditembus. Ini membuat kami kehilangan cara untuk mematikan bola," tanggap Rian kepada tim Humas dan Media PP PBSI, setelah pertandingan berdurasi 40 menit tersebut.

"Saya rasa, mereka juga bertambah percaya dirinya ketika beberapa kali bola tanggung gagal kami manfaatkan dan berhasil mereka kembalikan," tambahnya.

Pada awal gim kedua, Rian/Rahmat sempat membukukan dua poin beruntun dan mempertahankan keunggulan hingga skor 7-5. Namun, setelah itu, mereka kesulitan menembus pertahanan solid Chen/Liu yang perlahan membalikkan keadaan dan menutup interval dengan keunggulan 11-8.

Memasuki paruh kedua gim, dominasi pasangan peringkat ke-11 dunia itu semakin terlihat, sementara Rian/Rahmat gagal keluar dari tekanan permainan lawan. Chen/Liu pun mengantongi 10 match point, lalu menutup gim kedua dengan kemenangan 21-10. "Hari ini kami bermain tidak sabar, tidak kontrol karena lawan tidak mudah mati. Mereka bermain panjang dan beberapa kali bolanya bisa diambil tapi lewat dari saya yang membuat saya kurang percaya diri di permainan depan," kata Rahmat.

"Selain itu kami juga banyak mati sendiri. Kami harus evaluasi ini untuk ke Swiss Open nanti," pungkasnya.