All England 2026 - Jojo Kelamaan Absen?

Jonatan Christie (Humas PP PBSI)
Jonatan Christie (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Birmingham | Partai puncak India Open 2026 pada pertengahan Januari lalu menjadi pertandingan terakhir Jonatan Christie sebelum kembali ke arena kompetisi pada All England 2026 di awal Maret. Juara All England 2024 itu harus melalui laga ketat tiga gim di babak pertama turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 tersebut, tetapi kemudian gagal menghentikan perlawanan Lin Chun-Yi asal Taiwan di babak berikutnya.

Dalam pertandingan babak 16 besar yang berlangsung pada Kamis (5/3) di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, atlet yang biasa disapa Jojo ini kalah dua gim langsung 19-21, 12-21 dalam durasi 48 menit. Ini menjadi kemenangan ketiga Lin dalam enam pertemuan dengan Jojo, sekaligus kemenangan kedua secara beruntun dalam dua pertemuan terakhir, termasuk laga final India Open 2026.

"Dia bermain jauh lebih cepat. Terus juga dia punya beberapa variasi pukulan juga yang cukup menyulitkan, dan nggak gampang dimatiin, gitu. Jadi mungkin dari hal itu saya kurang tenang, kurang bisa lebih sabar," kata pemain peringkat ke-4 dunia ini melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.

"Kalau ditanya karena pengaruh saya lama break dari turnamen? Saya rasa tidak ada," tambah atlet yang biasa disapa Jojo ini.

Pertarungan ketat antara Jojo dan Lin langsung tersaji sejak awal gim pertama, dengan kedua pemain saling berbalas poin hingga skor imbang 6-6. Setelah itu, Lin sempat mencatatkan tiga poin beruntun, tetapi Jojo mampu kembali menyamakan kedudukan menjadi 9-9 dan mengambil alih keunggulan tipis saat interval dengan skor 11-10.

Setelah jeda, Lin langsung menggebrak dengan meraih tujuh poin beruntun untuk unggul 16-11. Ia kemudian mampu mempertahankan keunggulan hingga menjelang akhir gim pertama dan mengantongi enam game point. Upaya Jojo untuk bangkit sempat membuahkan hasil hingga ia mampu memperkecil ketertinggalan menjadi hanya terpaut satu poin. Namun, Lin mampu menghentikan laju tersebut dan mengunci kemenangan gim pertama dengan skor 21-19 dalam tempo 24 menit.

Di gim berikutnya, kedua pemain kembali terlibat duel sengit dengan selisih poin yang hanya terpaut satu angka hingga skor imbang 5-5. Lin kemudian mulai membangun momentum pada paruh pertama gim kedua ini dan mampu mempertahankan keunggulan saat interval dengan skor 11-6.

Dominasi pemain peringkat ke-11 dunia tersebut berlanjut setelah jeda hingga mencatatkan keunggulan terbesar pada kedudukan 19-11. Lin akhirnya memastikan tiket ke perempat final turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 tersebut setelah menutup gim kedua dengan kemenangan 21-12.

Jonatan meluapkan rasa syukur meski hasil pertandingan tersebut tidak sesuai dengan harapannya. Ia merasa telah memberikan yang terbaik di lapangan, tetapi mengakui bahwa Lin juga tampil sangat baik. "Sementara saya tadi beberapa kali sedikit ada missed dari penerapan strateginya. Secara keseluruhan ada hal yang bisa dievaluasi lagi," pungkasnya.