"Pastinya senang banget sih kita bisa juara super 300 untuk pertama kalinya. Ya pasti semoga bisa bisa lebih baik lah ke depannya daripada pasti hasil kemarin," tanggap Adnan kepada wartawan saat ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Kamis (12/2).
"Ya, semoga bisa lebih konsisten lagi, lebih semangat lagi. Buat acuan ke juara (level) 500 dan 1000 dan di atasnya lagi," Indah, menimpali komentar partnernya.
Pasangan peringkat ke-18 dunia itu akan mengawali kiprah mereka bulan depan dengan tampil pada Swiss Open 2026 yang berlangsung pada 10–15 Maret di St. Jakobshalle, Basel, Swiss. Selanjutnya, mereka melanjutkan perjalanan ke Orléans Masters 2026, 17–22 Maret, di Palais des Sports, Orléans, Prancis.
Menghadapi tur Eropa, Indah menyatakan, ia dan Adnan telah memetik pelajaran dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Menurutnya, mereka tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama setelah memahami pola permainan lawan serta penyebab kekalahan pada laga-laga terdahulu. "Jadi kita lebih belajar ke pelajaran yang pengalaman yang sebelumnya," katanya.
"Kitanya memang pengin lebih baik lagi di tahun 2026 ini," Indah, menegaskan.
Sementara itu, Adnan menilai dua turnamen BWF World Tour Super 300 di Eropa menjadi ajang pembuktian konsistensi mereka. Setelah merebut gelar pada turnamen level serupa di Bangkok, Thailand, awal Februari lalu, ia ingin memastikan performa tersebut bisa kembali mereka tunjukkan di tur Eropa. "Kita sudah pernah (level) 300, jadi kita mau buktiin memang layak main Super 300 dan di atas itu," katanya.
Indah menambahkan, meski berlabel turnamen Super 300, kualitas persaingan yang mereka hadapi terasa setara level Super 500 karena sejumlah pasangan elite dunia turut ambil bagian dalam dua turnamen tersebut.


