"Keputusan yang sangat berat untuk diambil karena bagaimanapun juga bermain di rumah sendiri adalah sebuah kebanggaan. Bisa ditonton keluarga dan fans secara langsung," katanya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI pada Senin (19/1).
"Tapi kembali lagi, saya tetap harus mendengarkan tubuh dan pikiran saya yang memang sudah dipakai maksimal dalam dua minggu ke belakang," Jojo, menambahkan.
Jojo mengawali musim kompetisi 2026 dengan berlaga pada Malaysia Open 2026 dengan hasil sebagai semifinalis. Satu pekan kemudian, ia terbang ke New Delhi guna mengikuti India Open 2026. Jojo harus puas sebagai runner-up setelah kalah 10-21, 18-21 dari Lin Chun-Yi asal Taiwan pada partai final yang berlangsung di Indira Gandhi Sports Complex, New Delhi, Minggu (18/1).
Berdasarkan pengalamannya pada tahun lalu dengan mengikuti tiga turnamen secara beruntun, cukup berdampak terhadap kondisi fisiknya. Oleh karena itu, ia memilih untuk lebih berhati-hati dalam menyusun jadwal pertandingan agar tidak mengulangi situasi serupa dan dapat menjaga kondisi tubuhnya tetap optimal. "Istirahat menjadi pilihan utama sekarang daripada memaksa melebihi kapasitas yang berisiko cedera," pungkasnya.
Dengan mundurnya Jojo, kini di sektor tunggal putra, Indonesia mengandalkan Alwi Farhan, Moh. Zaki Ubaidillah, Prahdiska Bagas Shujiwo, Anthony Sinisuka Ginting, Muhamad Yusuf, dan Yohanes Saut Marcelyno.



