Pada edisi tahun ini, Fajar/Fikri mengawali turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 500 tersebut dengan kemenangan atas Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh asal Taiwan. Mereka membutuhkan waktu selama 30 menit untuk meraih kemenangan 21-16, 21-10. "Target kami begitu juga target dari pelatih, pengin kami memberikan yang terbaik, yaitu juara di sini. Tapi bagi saya, sudah lama juga tidak juara di Indonesia," katanya kepada wartawan.
"Memang sudah cukup lama tidak juara di Istora, dan sekarang saya pengin bersama Fikri menjadi juara di sini," Fajar, menambahkan.
Ia juga menyatakan, target selalu dipatok pada setiap turnamen yang mereka ikuti, tidak hanya di Indonesia Masters. PBSI turut memberikan target kepada mereka untuk dapat meraih gelar juara di hadapan publik Tanah Air. "Pertama, di sini tuan rumah. Dan juga sudah lama kami tidak mendapatkan gelar setelah di China Open tahun lalu," katanya.
Sementara itu, Fikri menyampaikan apresiasi kepada para penonton Indonesia yang hadir di Istora untuk memberikan dukungan kepada para wakil tuan rumah. Menurutnya, dukungan langsung dari bangku tribune tersebut turut memotivasi mereka dalam berjuang di lapangan. "Karena berkat mereka semua, kami jadi lebih semangat lagi. Jadi capek pun jadi tidak terasa," katanya.
"Dan semoga untuk ke depannya, hari-hari esoknya, bisa semakin lebih full lagi di dalam Istora," tambah pemuda asal Bandung, Jawa Barat ini.
Di babak berikutnya, Fajar/Fikri akan bertemu dengan pemenang laga antara pasangan senegara Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Zhi-Wei He/Huang Jui-Hsuan asal Taiwan. "Semoga berhadapan dengan Leo/Bagas, ya. Mudah-mudahan mereka menang di partai hari ini," kata Fajar.
Fajar menilai, ada untung dan rugi jika mereka bertemu dengan Leo/Bagas. Menurutnya, sisi merugikan dari laga sesama pasangan senegara adalah kepastian bahwa salah satu harus tersingkir dari turnamen. "Tapi menguntungkannya ada wakil yang masuk ke delapan besar sudah dipastikan," pungkasnya.



