Klik untuk informasi semua lapangan

HYDROPLUS Sirnas A Jatim 2026 - Yasmin Bertekad Tembus Gerbang Cipayung

Shaafiya Yasmin Maitsaa (Djarum Badminton)
Shaafiya Yasmin Maitsaa (Djarum Badminton)
Sirkuit Nasional ‐ Created by EL

Surabaya | Pemain tunggal putri Jaya Raya Jakarta, Shaafiya Yasmin Maitsaa, terus memburu peluang untuk menembus pelatnas PBSI. Atlet kelahiran Sleman, Yogyakarta, 27 Maret 2008 itu mengawali kiprahnya pada musim kompetisi tahun ini dengan tampil di ajang HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) A Jawa Timur (Jatim) 2026, sebagai langkah awal dalam mewujudkan ambisinya tersebut.

Pada musim kompetisi sebelumnya, Yasmin gagal menembus gerbang Cipayung setelah mengalami kekalahan tiga gim di babak empat besar Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2026, ajang penyeleksian atlet-atlet pelatnas. Ia gagal menghentikan perlawanan Wening Arviani Sabrina asal Pelatkot Tangsel dalam laga yang berakhir dengan skor 18-21, 21-12, 14-21.

"Kecewa, pasti, tapi saya tetap mau berusaha lagi," katanya kepada Djarum Badminton di GOR Sudirman, Surabaya, Rabu (15/4).

Yasmin menyebut kekalahan tersebut menjadi titik evaluasi penting, sekaligus menjadikan Seleknas PBSI tahun ini sebagai momen penentuan dalam perjalanan kariernya di dunia bulu tangkis. Ia juga mengungkapkan tengah menjalani musim kompetisi tahun ini dengan suasana baru, setelah kini memperkuat Jaya Raya Jakarta, usai sekian lama berkostum PB Djarum.

"Masih ada (kesempatan menembus pelatnas) tahun ini. Ini tahun terakhir, tapi ada suasana baru," ujar atlet muda peraih gelar juara Piala Gubernur Jawa Timur 2024 tersebut.

Pada HYDROPLUS Sirnas A Jatim 2026, Yasmin mendapatkan bye di babak pertama. Ia memenangi laga di babak 16 besar atas Ni Putu Maheswari Krisna Sanjiwani asal Seraya melalui dua gim 21-13, 21-12, kemudian memastikan tiket perempat final setelah mengalahkan Aulina Cheryl Gloria dari Galaxy Jaktim dengan skor 21-19, 21-12.

Secara umum Yasmin menilai, tak berbeda dengan musim kompetisi tahun lalu, persaingan di kategori Tunggal Taruna Putri kali ini pun akan tetap berlangsung ketat. Namun, meski gagal pada Seleknas PBSI 2026, ia tetap bertekad untuk meraih banyak poin dari ajang Sirnas edisi tahun ini. "Kalau dari segi lawan, mungkin yang berat pemain-pemain dari Djarum, tetapi kalau dilihat dari performa mereka dari yang lalu sampai sekarang, seharusnya saya bisa (bersaing)," katanya.

"Karena ini tahun terakhir saya, saya mau juara di setiap Sirnas," demikian Yasmin.

Namun, Yasmin masih harus memburu tambahan poin pada rangkaian Sirnas berikutnya di Kudus, Jawa Tengah, setelah perjuangannya di Surabaya terhenti di babak delapan besar, Kamis (16/4). Ia gagal menghentikan laju wakil PB Djarum, Frisca Adelia Arifah, setelah melalui pertarungan tiga gim ketat dengan skor akhir 20-22, 21-19, 20-22.