Seleknas PBSI 2026 - Mubarrok/Edsel Petik Kemenangan Perdana

Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono (Humas PP PBSI)
Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono (Humas PP PBSI)
Nasional ‐ Created by EL

Karawang | Ganda putra PB Djarum, Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono, memenagi laga pembuka Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2026, Selasa (3/2). Dalam pertandingan yang berlangsung di Majeh Arena Wadas, Karawang, Jawa Barat, pasangan unggulan teratas itu menang dua gim langsung 21-7, 21-13 atas wakil Putra Handayani, Muhammad Alwan Setiawan/Naufal Syatar Syahwaldi.

"Pada Seleknas kedua kami ini, pastinya kami punya target dan mau memberikan yang terbaik, untuk hasil kami serahkan ke yang di Atas," kata Edsel kepada tim Humas dan Media PP PBSI.

Edsel, yang pada Seleknas tahun lalu bersama Mubarrok harus terhenti di fase penyisihan grup, tampil rangkap pada Seleknas PBSI 2026. Menyadari potensi padatnya jadwal pertandingan, pemain kelahiran Sidoarjo ini berupaya menjaga kondisi fisik secara optimal, dengan mengatur pola makan dan waktu istirahat, mengingat kemungkinan tampil lebih dari satu kali dalam satu hari.

Sementara itu, Mubarrok berpendapat, penampilan mereka pada laga awal itu sudah berjalan cukup baik, terlebih karena itu menjadi pengalaman pertama tampil di arena pertandingan. Sehingga ia merasa mampu menampilkan permainan sesuai dengan yang direncanakan. "Saya rasa, cukup senang karena bisa menampilkan permainan yang bagus," ujarnya.

"Secara pemain di gim pertama kami langsung banyak menyerang dan akhirnya bisa menang dengan skor yang cukup jauh. Gim kedua lawan mulai mengubah pola main, beruntung kami bisa mengatasi keadaan," Mubarrok, menjelaskan.

Ia juga menegaskan, status sebagai pasangan unggulan pertama tidak menjadi beban. Berdasarkan pengalaman, menurut pemain kelahiran Surakarta ini, label unggulan tidak berpengaruh terhadap performa di lapangan, selama mampu tampil maksimal di setiap pertandingan. "Ini Seleksi Nasional, siapa pun pasti harus di waspadai karena apapun bisa terjadi," pungkasnya.