"Melawan Steve/Keyla, kami sudah tahu kelebihan dan kelemahan masing-masing, jadi tinggal siapa yang lebih siap aja. Untuk mainnya sama seperti lawan, kami sama-sama saling menyerang dan di situ kami mencoba untuk banyak menurunkan bola," jelas Lintang melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Sementara itu, meski melawan dua pemain yang bernaung satu klub dengannya, Salsa mengakui tekanan sempat dirasakan dalam pertandingan. Namun, ia dan Linta memilih untuk tidak larut dalam pikiran negatif, melainkan menjaga kepercayaan diri dengan terus berpikir positif sepanjang pertandingan. "Senang dan lega bisa menang, karena sudah tahun terakhir tujuan terakhir pastinya masuk pelatnas PBSI," katanya.
"Persiapan untuk tes selanjutnya, kami mau jaga kondisi dan jaga istirahat, Salsa, menambahkan.
Salsa berpendapat, masuk ke pelatnas menjadi langkah awal penting dalam kariernya, sekaligus peluang untuk mengejar ketertinggalan dari rekan-rekan yang lebih dahulu bergabung dan berlatih di pelatnas.
Lintang/Salsa tampil impresif dengan mencatatkan rekor tak kehilangan satu gim pun sepanjang Seleknas PBSI 2026. Mereka melaju ke perempat final setelah menjuarai Grup C, kemudian menyingkirkan pasangan satu klub, Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani, di babak delapan besar, kemudian memastikan tempat di partai puncak usai menundukkan wakil Jaya Raya Jakarta, Muhammad Mulky Aufa Atmaja/Salma Mufida.


