"Alhamdulillah hari ini masih bisa bertanding, kondisi saya sedang tidak prima. Beruntung bisa mendominasi pertandingan dan menang," kata Raffarel melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Kami dapat arahan dari pelatih untuk bermain sabar dan terus menekan dari awal," tambahnya.
Sementara itu, Ardiola mengaku tak menyangka dapat melangkah hingga final, tetapi ia memilih fokus menjalani pertandingan secara bertahap. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena akhirnya bisa kembali mengantarkan klubnya ke partai puncak, setelah terakhir kali menembus final pada 2022. "Untuk final besok mau main maksimal dan kasih yang terbaik," kata pemain yang mengidolakan Fajar Alfian itu.
"Persiapan besok yang penting dijaga istirahatnya, tidak lupa berdoa, dan untuk mainnya step by step aja," demikian Raffarel.
Di final, Sabtu (7/2), Ardiola/Raffarel akan bertemu dengan pasangan Gideon Badminton Academy, Joseph Marcellino Kyta/Joven Farandi, yang memastikan langkah ke final setelah menyingkirkan pasangan Jaya Raya Jakarta, Christian Aldo Sanjaya/Yugo Alvaro Gunawan, melalui kemenangan dua gim 23-21, 21-17.
Selain Joseph/Joven, Gideon Badminton Academy juga meloloskan satu wakilnya ke final melalui Izza Al-Faruq Aston Martin di kategori Tunggal Taruna Putra.


