Pelatwil Selaraskan Program Latihan dengan Pelatnas

Suasana latihan di pelatnas PBSI (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Suasana latihan di pelatnas PBSI (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Nasional ‐ Created by EL

Jakarta | Ketua Pelatnas Wilayah (pelatwil) PBSI Ricky Subagja memastikan, program latihan di pelatwil akan selaras dengan program latihan di pelatnas, hanya bobotnya yang berbeda mengingat para atlet yang bergabung adalah atlet-atlet muda.

"Saat ini saya sedang menunggu laporan untuk program-program latihan di sana. Yang pasti mereka semuanya harus di bawah pusat. Kita akan betul-betul turun memantau. Karena, kan, memang atlet ini usia juga, kan, relatif lebih muda jadi kalau program latihan bentuknya seperti apa, kan, lebih kurang pastinya juga sama dengan pelatnas, mungkin bobotnya itu yang sedikit berbeda," papar pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PP PBSI ini melalui siaran pers Humas PP PBSI, Kamis (2/4).

Pelatwil sendiri sudah berjalan sejak November 2025 di dua wilayah pembinaan yaitu Medan, Sumatera Utara, untuk wilayah barat, dan Surabaya, Jawa Timur, untuk wilayah tengah. Dari seleksi yang telah digulirkan, saat ini terjaring 16 atlet pelatwil barat dan 32 atlet pelatwil tengah.

"Rencananya di tanggal 10-11 April, saya akan hadir di pelatwil tengah untuk bersosialisasi dan berkoordinasi lebih lanjut. Juga memastikan kesiapan para atlet pelatwil yang akan turun di ajang Sirkuit Nasional A Jawa Timur (13-18 April)," tambahnya.

Sebagai mantan atlet sekaligus legenda bulu tangkis Indonesia, Ricky menyambut positif bergulirnya program pelatwil dan berharap dapat menghadirkan progres signifikan serta hasil optimal ke depan. Ia menambahkan, program pembinaan daerah seperti pelatda atau pusdiklat sebenarnya pernah berjalan saat dirinya masih aktif sebagai atlet, dari baru kembali diaktifkan pada kepengurusan Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran sebagai bagian dari penguatan sistem pembinaan nasional.

Peraih keping emas Olimpiade Atlanta 1996 ini berharap, para atlet yang tergabung dalam pelatwil dapat menunjukkan progres yang signifikan, terutama dari segi disiplin, kondisi fisik, dan pencapaian prestasi. Ia menilai, dalam kurun dua tahun ke depan, peningkatan usia dan kematangan diharapkan mampu memperlihatkan potensi sesungguhnya dari para atlet tersebut. "Lalu bisa masuk ke pelatnas atau menguasai nasional dulu sebagai level awal. Tidak mudah karena ini proses yang cukup panjang tapi sebisa mungkin nama-nama ini jangan hilang, artinya hilang ini tidak prestasi terus kita pindah yang baru-baru lagi, proses lagi, kan," katanya.

"Kita berharap dari yang ini ada, mungkin Insya Allah mudah-mudahan, bibit-bibit potensi yang baik ini terus sampai ke depan," demikian Ricky.