"Puji Tuhan bisa selesai tanpa cedera apapun," ucap Rachel kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
Ia mengakui sempat tegang di awal pertandingan hingga banyak melakukan kesalahan sendiri pada gim pertama, sehingga ia berusaha lebih menenangkan diri dan memperbaiki ritme permainan serta pukulan. "Di gim kedua dan ketiga baru kami bisa menemukan polanya," tuturnya.
"Karena bolanya kencang, kami merasa tekanan mereka lebih kuat. Mereka juga lumayan sulit untuk dimatikan," Rachel, menambahkan.
Sementara itu Febi mengungkapkan, pada gim kedua sempat unggul namun terkejar akibat lengah. Saat skor kembali ketat, ia dan Rachel berupaya mengembalikan fokus serta tampil lebih berani dan percaya diri. "Tegang banget rasanya karena, kan, ini baru pertama kali diturunkan juga posisinya Indonesia sedang ketinggalan. Tapi beruntung Alhamdulillah bisa mengatasi dan senang juga bisa main di Uber Cup pertama kali," pungkasnya.
Sebelumnya, tunggal pertama Putri Kusuma Wardani meraih kemenangan atas Chiu Pin-Chian. Ia menang dengan skor identik 21-17, 21-17 dalam tempo 53 menit. Ganda kedua, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, harus mengakui keunggulan lawan pada partai kedua. Mereka kalah dua gim langsung 21-23, 13-21 dari Hsieh Pei Shan/Hung En-Tzu.
Tunggal kedua Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi gagal menghentikan laju Lin Hsiang Ti. Ia kalah dua gim 10-21, 29-30 dalam pertandingan berdurasi 66 menit.



