Dhinda menyatakan gagal mengubah pola permainan dari cepat menjadi lebih lambat, seperti ketika ia bertanding melawan wakil Taiwan. "Tapi hari ini berbeda, di gim pertama saya coba bermain cepat, tapi dia memang jangkauannya panjang dan tipe mainnya juga cepat banget. "Jadi ketika saya coba melambatkan, main lob dia terus memaksa untuk smes menyerang," tuturnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, Jumat (1/5) dini hari WIB.
Ia juga mengaku kerap tertinggal langkah, kondisi yang terus berlanjut hingga gim kedua pertandingan. "Di akhir gim kedua memang sempat dapat poin beruntun karena dia sedikit lengah," ujarnya.
Pada laga pembuka, tunggal pertama Putri Kusuma Wardani menang dua gim langsung 21-12, 21-15 atas Line Christophersen dalam durasi 40 menit.
Setelah Putri dan Dhinda, Indonesia juga menurunkan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari sebagai ganda pertama. Sementara itu, jika pertandingan berlanjut hingga partai keempat atau kelima, skuad "Merah Putih" menyiapkan Ester Nurumi Tri Wardoyo (tunggal ketiga) dan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum (ganda kedua).



