Turnamen Super 1000 Digelar Selama 11 Hari

Salah satu pertandingan pada Indonesia Open 2025 (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Salah satu pertandingan pada Indonesia Open 2025 (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Mulai 2027, lima turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 akan digelar di Chengdu (China), Odense (Denmark), Birmingham (Inggris), Jakarta (Indonesia), dan Kuala Lumpur (Malaysia). Format kompetisi turut diperluas, dengan nomor tunggal diikuti 48 pemain melalui sistem fase grup yang berlanjut ke babak gugur, sementara nomor ganda mempertandingkan 32 pasangan dengan sistem gugur. Kelima turnamen tersebut akan berlangsung selama 11 hari, mencakup dua akhir pekan, dan seluruh pertandingan disiarkan secara global.

Sementara itu, turnamen level Super 750, Super 500, Super 300, dan Super 100, tetap diselenggarakan dengan durasi enam hari, dengan peningkatan jumlah pertandingan yang diproduksi untuk siaran televisi. "Skema ini memastikan keseimbangan kalender kompetisi sepanjang tahun, sekaligus menjaga kualitas pertandingan dan kondisi bertanding para atlet di seluruh level," tulis PP PBSI melalui siaran persnya pada Selasa (10/2).

Selain itu, Kejuaraan Dunia BWF atau BWF World Championships akan menerapkan format fase grup yang dilanjutkan dengan sistem gugur, sehingga setiap atlet dipastikan memainkan minimal dua pertandingan. Kebijakan ini bertujuan mengurangi eliminasi dini sekaligus meningkatkan keterlibatan penggemar di berbagai wilayah. Mulai 2027, BWF Sudirman Cup Finals serta BWF Thomas & Uber Cup Finals juga akan diperluas dengan penambahan jumlah tim peserta, guna menghadirkan representasi internasional yang lebih luas dan persaingan yang semakin beragam.

"Dengan rekor jumlah pertandingan siaran televisi selama 12 hari penyelenggaraan, ketiga kejuaraan tersebut akan dikemas sebagai festival bulu tangkis global berdurasi dua minggu, yang menampilkan puncak prestasi bulu tangkis dunia sekaligus memperkuat citra global olahraga ini," tulis induk olahraga bulu tangkis Indonesia itu.

Selain aspek kompetisi, BWF juga menerapkan format turnamen yang lebih terstruktur sebagai bagian dari upaya meningkatkan kondisi bertanding para atlet. Penyesuaian durasi dan format kompetisi memungkinkan penjadwalan yang lebih seimbang serta memberikan waktu pemulihan yang lebih optimal bagi pemain. Kebijakan ini sejalan dengan visi BWF dalam mendukung performa atlet secara maksimal sekaligus menjaga keberlanjutan karier mereka di level tertinggi bulu tangkis dunia.