"Kami lebih dari sekadar bangga," ujar Toma Junior Popov, yang turun di partai ketiga melawan Anthony Sinisuka Ginting, seperti dikutip dari laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Rabu (29/4).
Toma menilai, ganda pertama Eloi Adam/Leo Rossi menunjukkannya performa yang luar biasa. Ia menambahkan, tim Prancis telah menjalankan tugas dengan baik dan mampu membuktikannya di lapangan. "Selamat kepada mereka, dan selamat kepada semua pemain tunggal putra," katanya.
"Jika beberapa tahun lalu ada yang mengatakan kami bisa mengalahkan Indonesia, terasa sulit dipercaya," kata Christo Popov, adik kandung Toma Junior Popov.
Lebih lanjut Christo berpendapat, timnya benar-benar menunjukkan kekuatan sebagai satu kesatuan, tidak sekadar menang di setiap pertandingan, tetapi tampil solid sebagai tim. Seluruh anggota tim, lanjutnya, baik yang bermain maupun tidak, memberikan energi dan semangat besar, terutama pada momen-momen penting. "Seperti akhir pertandingan pertama bagi saya dan pertandingan luar biasa Toma melawan Anthony Ginting," tuturnya.
"Bisa dibilang ini adalah pertandingan tim yang sangat besar, dan kami sangat bangga dan senang bisa memenangkannya bersama," Christo, menambahkan.
BWF melalui situs resminya menyebut, tidak ada yang berjalan sesuai rencana bagi Indonesia sejak awal. Jonatan Christie gagal bangkit setelah laga pertama yang ketat melawan Christo dan performanya menurun di pertandingan berikutnya. Sementara itu, Alex Lanier yang sebelumnya kurang maksimal saat menghadapi Panitchaphon Teeraratsakul asal Thailand, justru tampil penuh energi saat berjumpa Alwi Farhan.
Anthony Sinisuka Ginting sempat membawa harapan untuk mengembalikan Indonesia ke jalur kemenangan. Unggul atas Toma di gim ketiga, ia terjatuh yang kemudian mengubah momentum pertandingan. Satu match point yang lepas dimanfaatkan Popov untuk membalikkan keadaan, sekaligus membuka jalan bagi Prancis menuju hasil yang tak terduga.
Namun, dengan dua pasangan ganda Indonesia yang berada di peringkat 10 besar dunia, perbedaan peringkat tetap sulit diabaikan. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang menempati peringkat ke-9 dunia, di atas kertas lebih unggul dibanding pasangan Adam/Rosi di peringkat ke-52. Namun, momentum dari tiga kemenangan Prancis membuat pasangan tersebut tampil di puncak performa, hingga akhirnya meredam perlawanan Sabar/Reza. "Mungkin ini kemenangan terpenting bagi Prancis," kata Adam.
"Sangat senang dengan hari ini, seperti 4-0 melawan Indonesia, yang mungkin merupakan negara yang lebih ikonik di bulu tangkis. Jadi ini sangat berarti, dan ini tahun yang baik untuk tim Prancis," pungkasnya.




