"Hari ini lawan bermain sangat solid, defense mereka nggak gampang mati," kata Dejan kepada tim Humas dan Media PP PBSI, seusai pertandingan berdurasi 36 menit tersebut.
"Di sini bolanya berat jadi dengan mereka yang bermain kuat dan tahan, ini jadi keuntungan buat mereka," tambahnya.
Lebih lanjut Dejan menjelaskan, mereka telah mencoba berbagai variasi permainan, baik dengan mempercepat maupun memperlambat tempo. Namun, solidnya pertahanan Koga/Saito membuat mereka kesulitan mematikan bola. Situasi tersebut justru berbalik ketika mendapat tekanan, karena mereka dinilai kurang solid, kerap menghasilkan bola tanggung, serta pengembalian yang tidak optimal.
"Kami baru pertama kali bertemu lawan dengan pola main seperti tadi dan keadaan bola juga berat dan di situ kami jadi bingung sendiri saat menyerang tapi tidak tembus. Jadi untuk ke depannya saat kami tidak bisa mematikan musuh, kami harus perbanyak lagi variasi untuk menyerang," Dejan, menjelaskan.
Sementara itu, Bernadine berpendapat, keunggulan utama Koga/Saito terletak pada kekuatan pertahanan mereka. Ia menyebut, karakter permainan yang ulet dan konsisten membuat lawan mampu menguasai ritme sejak awal, sehingga dirinya bersama pasangan sudah berada dalam tekanan lebih dulu sepanjang pertandingan. "Ke depannya kami harus memperbaiki chemistry dan terus meningkatkan pola permainan," pungkasnya.


